26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sekjen Kemnaker : Keluar dari Krisis, Lebih Pererat Kerja Sama Ketenagakerjaan ASEAN

Sekjen Kemnaker : Keluar dari Krisis, Lebih Pererat Kerja Sama Ketenagakerjaan ASEAN

By on 27 October 2020 0 79 Views

Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi saat membuka acara pertemuan Senior Labour Officials Meeting (SLOM) ke-16 secara hybrid virtual meeting di Jakarta, Senin (26/10/2020).

ROC — Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, mengatakan bahwa merebaknya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk negara Anggota ASEAN, berdampak besar bagi dunia ketenagakerjaan. Untuk keluar dari masa krisis ini, maka kerja sama ASEAN di bidang ketenagakerjaan harus lebih erat dan kompak.

“Kita harus bersatu padu merespon dan melawan Covid 19 dengan seefektif mungkin. Dengan solidaritas ASEAN kita bisa keluar dari krisis bersama-sama, tanpa ada yang tertinggal,” ujar Anwar saat membuka acara pertemuan Senior Labour Officials Meeting (SLOM) ke-16 secara hybrid virtual meeting di Jakarta, Senin (26/10).

Sekjen Anwar Sanusi menambahkan, dalam rangka keluar dari krisis tersebut, pihaknya menyambut positif ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) yang telah dikonsultasikan di tingkat SLOM dan badan-badan pendukungnya melalui fasilitasi Sekretariat ASEAN.

“Mari kita dukung bersama dengan inisiasi kerja sama konkrit, agar ketenagakerjaan ASEAN dapat segera lepas dari dampak buruk Covid-19,” katanya.

SLOM adalah agenda rutin pejabat tinggi Kemnaker tingkat ASEAN setiap dua tahun sekali. Dalam pertemuan SLOM, dibahas isu-isu ketenagakerjaan. Mulai dari pelindungan pekerja migran, komitmen bersama untuk menghentikan pekerja anak pada tahun 2025, maupun green policy (kebijakan ramah lingkungan).

Secara periodik, Kementerian Ketenagakerjaan se-ASEAN mendapat giliran untuk menjadi Tuan Rumah dan menjabat sebagai Ketua SLOM (Chair SLOM). Tahun ini, Indonesia berkesempatan menjadi Tuan Rumah SLOM ke-16 dan menjadi Ketua SLOM untuk tahun 2020-2022. Sebelumnya, Malaysia menjabat Ketua SLOM untuk periode 2018-2020.

“Dalam pertemuan ini, kita juga membahas terkait Covid-19 dalam isu ketenagakerjaan. Termasuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia dalam merespon dampak dari Covid-19 ini, di sektor ketenagakerjaan,” ujar Anwar Sanusi selaku Pimpinan Pertemuan SLOM ke-16.

Anwar menjelaskan, untuk membantu pekerja di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan program bantuan pemerintah berupa Subsidi Gaji/Upah (BSU) bagi pekerja yang gajinya dibawah Rp5 juta. Kebijakan lainnya ialah protokol kesehatan yang perlu diperhatikan di lingkungan perusahaan. Mulai dari regulasi jam kerja, kemudian fasilitas-fasilitas pencegahan dan memutus penyebaran Covid-19.

“Jadi, momentum (SLOM-red) ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Terutama kita mengusung tema bukan hanya merespon pandemi covid 19 melainkan merespon isu-isu kekinian. Misalnya hidup di era digital ekonomi, kita harus mempersiapkan tenaga kerja agar dapat beradaptasi dalam situasi tersebut,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro Putri. Menurutnya, sebagai Co-Chair SLOM ke -16, ia berharap pertemuan ini ke depannya juga akan membawa kemajuan dan inisiatif baru di bidang ketenagakerjaan.

“Khususnya untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas pekerja ASEAN, serta menyiapkan ketahanan dan ketangkasan pekerja dalam menghadapi ketidakpastian dan masa depan pekerjaan,” ujarnya.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *