16 January 2021
  • 16 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sebut Terima Ancaman, UAS : Tidak Takut Diteror, Jokowi : Aparat Jangan Mundur

Sebut Terima Ancaman, UAS : Tidak Takut Diteror, Jokowi : Aparat Jangan Mundur

By on 15 December 2020 0 45 Views

Ustad Abdul Somad (UAS) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: kolase/ROC/Instagram/@ustadabdulsomad_official/@jokowi

ROC – Ustad Abdul Somad (UAS) mengaku diancam akan dipenjarakan melalui SMS yang diterimanya.

Ustad Abdul Somad mengaku tidak takut walaupun diteror, saat dinilai dirinya membela Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab.

Lalu hal itu dikomentari oleh Musni Umar, yang mengatakan wajar jika belakangan banyak orang yang takut dalam mengucapkan pendapat atau kebepihakannya terhadap satu hal.

“Tentu wajar kalo sekarang ini banyak yang takut, apalagi banyak ancaman, saya beberapa waktu lalu bertemu dengan akademisi, mereka juga menyatakan tidak berani ngomong,” ujarnya.

“Sangat hati-hati karena situasinya seperti ini, dan ternyata UAS sudah mendapatkan tekanan,” tambahnya, dikutip dari kanal YouTube Musni Umar, pada Sabtu (11/12) kemarin.

Ustad Abdul Somad Diancam Dipenjarakan, namun UAS mengaku tidak takut walaupun telah diteror melalui pesan WhatsApp (WA) yang mengingatkannya untuk jangan berpihak.

“Kemarin saya dapat WA, isinya mengingatkan beberapa ustaz sudah masuk tahanan. Besok-besok, saya katanya yang bisa saja ditahan,” ujar UAS melalui YouTube Safari UAS.

Menurut Musni Umar, wajar jika belakangan banyak orang yang takut dalam mengucapkan pendapat atau keberpihakannya terhadap satu hal.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mendukung penuh tindakan aparat kepolisian dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.

Jokowi, juga meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini polisi, untuk tidak mundur sedikitpun dalam upaya penegakan hukum.

Kendati demikian, Jokowi juga meminta agar penegak hukum tetap mengikuti aturan dan mempertimbangkan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *