28 October 2020
  • 28 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sebut IDI Kacung WHO Berbuntut Laporan, Jerink SID Penuhi Panggilan Polda Bali

Sebut IDI Kacung WHO Berbuntut Laporan, Jerink SID Penuhi Panggilan Polda Bali

By on 7 August 2020 0 160 Views

Ket.gbr: Jerink SID (kiri) didampingi pengacaranya Wayan Gendo Suardana (Kanan), saat mendatangi Polda Bali.

ROC — I Gede Ari Astina atau Jerink SID memenuhi panggilan Polda Bali terkait laporan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, Kamis (6/8).

Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali tersebut.

Jerinx dengan didampingi pengacaranya, Wayan Gendo Suardana, tiba di Gedung Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali pukul 10.30 Wita.

Jerinx menyebut, tidak ada yang salah dalam unggahannya di akun instagramnya tersebut.

Ia mengatakan, unggahan yang dilakukannya merupakan sebuah bentuk kritik.

“Saya yakin 100 persen. Itu yang saya lakukan benar. karena Saya enggak bermaksud negatif atau buruk. Yang saya lakukan murni kritik sebagai warga negara,” kata Jerinx, di Mapolda Bali, Kamis.

Selain itu, Jerinx juga mengatakan, tak ada niatan untuk menyebar kebencian dan menyakiti IDI.

“Saya ingin menegaskan sekali lagi saya tak punya kebencian dan niat menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan IDI. Jadi, ini 100 persen sebuah kriritkan,” kata dia.

Jerinx SID sebelumnya dilaporkan ke Polda Bali oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali.

Tidak berniat untuk menghina

Sementara itu pengacara Jerink SID, Wayan Gendo Suardana, mengatakan kliennya sama sekali tidak ada niat untuk menghina IDI, apalagi menyebarkan kebencian dan permusuhan.

Terkait postingan Jerinx khususnya soal masalah ibu hamil yang wajib test Covid-19, menurutnya itu memang fakta yang terjadi di lapangan dan mendapat banyak komplain dari masyarakat.

Dan menurutnya itulah sebabnya, 7Jerink yang juga selalu update soal penanganan Covid-19 meminta penjelasan terhadap IDI apa sebetulnya yang terjadi.

“Jerink juga sempat mengundang IDI untuk debat terbuka, tapi tidak ditanggapi. Intinya, adalah, harus dibaca utuh, antara kalimat dalam poster, dan dalam caption. Tidak bisa dibaca parsial. Kemudian, kalau sudah dibaca utuh, dia harus dibaca dengan jernih,” kata Gendo.

Menurutnya juga, hal tersebut juga dimaksud agar IDI bisa mengevaluasi diri.

Karena kata Gendo, organisasi tersebut terbentuk bukan hanya untuk profesi kedokteran semata, tapi juga untuk misi-misi kemanusiaan.

Sementara itu, dalam postingan yang selama ini disuarakan oleh Jerink adalah murni soal kepentingan publik.

“Jadi kalau dimaknai ini, sesungguhnya  jangankan menyebarkan kebencian, atau mencemarkan nama baik, itu tidak ada niat untuk menjatuhkan, karena misinya kemanusiaan. Dan jerink pun bicara bukan atas kepentingan personal, melainkan itu ada kepentingan publik,” ujarnya.

Gendo menjelaskan, bagaimana praktik layananan rumah sakit yang selama ini banyak juga dipersoalkan oleh banyak pihak dan masyarakat karena menggunakan rapid test.

Sementara itu, diketahui bersama bahwa rapid test tersebut tingkat akurasinya sangat rendah.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi juga telah menyampaikan bahwa laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang diunggah dalam akun Instagram milik Jerinx.

“Jadi, yang dilaporkan terkait dengan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik melalui medsos di akun Instagram-nya dia,” kata Syamsi, saat dihubungi, Selasa (4/8).

Ia mengatakan, unggahan yang dilaporkan salah satunya yakni menyebut IDI dan rumah sakit sebagai kacung WHO.

Adapun kalimat yang dimaksud yakni, “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19”.

Dalam hal ini, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *