27 May 2020
  • 27 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sebelum Pergi, Sang Legenda Ambyar Itu Galang Dana dan Meninggalkan 7,6 M Untuk Korban Corona

Sebelum Pergi, Sang Legenda Ambyar Itu Galang Dana dan Meninggalkan 7,6 M Untuk Korban Corona

By on 7 May 2020 0 35 Views

Jakarta, ROC — Selasa pagi (5/5) lalu, kita dikejutkan dengan berita duka yang begitu mendadak. Yah, rasa terkejut yang bercampur rasa pilu di hati karena kepergiannya begitu tiba-tiba, kepergian Dionisius Prasetyo, sang Legenda Ambyar yang terkenal dengan nama Didi Kempot, penyanyi campursari kenamaan Indonesia.

Salah satu seniman terbaik Indonesia itu dikabarkan meninggal karena sakit jantung, di saat dia sangat gencarnya melaksanakan aksi membantu sesama dan mendukung kebijakan pemerintah, dengan sangat maksimal dan bahkan di luar dari dugaan kita semua.

Di akhir hidupnya, dia ternyata membuat lagu ‘Ojo Mudik’ berisi pesan dan himbauan untuk tidak mudik. Berkolaborasi dengan Walkot Solo, Didi tampil dengan lagunya sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah sekaligus untuk menjaga agar wabah pandemi ini tak meluas.

Bukan hanya itu, aksinya yang menggalang dana lewat konsernya itu sangat mengharukan. Bayangkan saja, hasil konser tersebut berhasil terkumpul dana sampai 7,6 milyar. Tak ada sepeserpun yang dia, semua itu diberikannya secara tulus dan penuh sukarela untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19 di negeri ini.

Pengamat Musik Bens Leo mengatakan, Didi ternyata naik panggung hampir setiap hari. Jadwalnya sangat padat. Bahkan dalam sehari, almarhum bisa manggung selama dua kali.

“Sejak lama, tepatnya empat bulan yang lalu, saya bertemu dengan Sruti Respati (penyanyi asal Solo), akhir tahun 2019. Dia pernah manggung dengan Mas Didi Kempot dan kenal dengan teman-teman Mas Didi Kempot. Frekuensi manggungnya kencang sekali, pernah dalam hitungan bulan itu bisa 30 kali manggung, ada jedanya memang hari minggu. Ada yang sehari dua kali,” ungkap Bens.

Bens Leo mengaku tidak pernah mendengar kabar sakitnya Didi Kempot. Bahkan saat manggung pun ia sangat ceria dan penuh tawa. Apalagi kalau sudah menghadapi sobat ambyar.

Ia menambahkan kepergian Didi menambah kesedihan dunia musik Tanah Air. Dalam waktu tidak sampai dua bulan, Indonesia kehilangan empat musisi top, Glenn Fredly, Andy Ayunir, Erwin Prasetya dan Didi Kempot.

“Saya kira, kita benar-benar prihatin, sekaligus duka yang besar untuk industri musik Indonesia, kehilangan yang besar,” ujar Bens.

Di tengah aksi sosial dan peduli sesama yang sangat maksimal ini, pelantun lagu-lagu campursari yang banyak digandrungi tersebut meninggal pada usia 53 tahun, dia seolah pamit dengan begitu cepatnya. Tanpa banyak pesan atau kata dia pergi dengan meninggalkan banyak syair dan nada yang akan dikenang sepanjang masa.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *