27 May 2020
  • 27 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • SCI : Pertumbuhan Sektor Logistik pada Triwulan l-2020 Hanya Sebesar 1,27%

SCI : Pertumbuhan Sektor Logistik pada Triwulan l-2020 Hanya Sebesar 1,27%

By on 13 May 2020 0 62 Views

Jakarta, ROC — Supply Chain Indonesia (SCI) mencatat pertumbuhan sektor logistik ( usaha transportasi dan pergudangan) pada triwulan I-2020 sebesar 1,27% (y-on-y). Pada semester I-2019, sektor logistik tumbuh 5,45%.

Pertumbuhan sektor logistik tersebut didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 5 Mei 2020, pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto) Indonesia triwulan I-2020 sebesar 2,97% (y-on-y). Dibandingkan triwulan IV-2019, terjadi penurunan sebesar 2,41%.

Dengan angka itu, sektor logistik berkontribusi terhadap PDB triwulan I-2020 sebesar 5,17%. Terjadi penurunan kontribusi dibandingkan triwulan I-2019 yang tercatat sebesar 5,53%.

Sektor logistik mencakup sub sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir. Sektor logistik juga mencakup sub sektor transportasi per moda, yatu rel; darat; laut; udara; serta sungai, danau, dan penyeberangan.

Chairman SCI Setijadi menyatakan pertumbuhan sektor logistik pada pada triwulan I-2020 terutama didorong industri pengolahan (yang tumbuh sebesar 2,06% y-on-y); akomodasi makan dan minum (1,95%); serta perdagangan (1,60%). Pada triwulan tersebut pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya tumbuh sebesar 0,02%.

Terjadi penurunan pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut, baik industri pengolahan (-1,79%); akomodasi makan dan minum (-3,92%); perdagangan (-3,61%); serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (-1,80%).

Analisis SCI berdasarkan data BPS menunjukkan pada triwulan I-2020 sub sektor transportasi yang mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi (y-on-y) adalah angkutan laut yaitu sebesar 5,93%; diikuti oleh angkutan darat (5,15%); dan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (1,16%). Pertumbuhan negatif terjadi pada angkutan rel (-6,96%) dan angkutan udara (-13,31%).

Sementara itu, sub sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,73% (y-on-y).

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), semua subsektor transportasi tersebut pada triwulan I-2020 mengalami pertumbuhan negatif, dengan penurunan tertinggi pada angkutan udara (-23,11%); diikuti angkutan rel (-14,22%), angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (-4,16%); angkutan laut (-4,07%); dan angkutan darat (-0,67%).

Subsektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir mengalami pertumbuhan negatif q-to-q cukup besar, yaitu sebesar -10,89%.

Setijadi menjelaskan penurunan volume sektor logistik tersebut sangat dipengaruhi dampak pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap penurunan permintaan barang dan komoditas, maupun aktivitas industri.

Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi terbesar dalam PDB mengalami penurunan pertumbuhan dari 5,02% pada triwulan I-2019 menjadi 2,84% pada triwulan I-2020.

Penurunan volume sektor logistik juga dipengaruhi pertumbuhan negatif ekspor dan impor Indonesia. Pertumbuhan ekspor sebesar -6,37% dan impor sebesar -11,89% (q-to-q).

Penurunan ekspor dan impor terjadi karena industri Indonesia menjadi bagian dari global supply chain yang terdampak pandemi Covid-19.

Penurunan impor yang besar itu di samping karena penurunan permintaan dalam negeri juga menunjukkan ketergantungan industri Indonesia terhadap pasokan barang modal dan bahan baku dari luar negeri, ujar Setijadi dalam diaran persnya kemarin. (idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *