31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sang Istri Meninggal karena Corona, Danramil di Probolinggo Dinyatakan Positif Covid-19

Sang Istri Meninggal karena Corona, Danramil di Probolinggo Dinyatakan Positif Covid-19

By on 25 August 2020 0 85 Views

ROC – Komandan Rayon Militer (Danramil) di Probolinggo, Kapten A dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau Covid-19. Sang istri yang berinisial H rupanya juga baru saja meninggal dunia dua hari yang lalu lantaran Corona.

Komandan Kodim 080 Probolinggo Letkol Imam Wibowo mengatakan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, Danramil sempat mengalami gejala yang mengarah ke Corona.

Kapten A, kata dia, mengalami batuk dan demam. Kemudian pada Sabtu (15/8/2020), Kapten A menjalani tes swab di RSUD Tongas. Hasilnya, Danramil dinyatakan positif Covid-19.

“Danramil itu dirawat di rumah sakit rujukan Corona, RSUD Tongas. Sempat dirujuk ke Surabaya, tapi kondisinya terus membaik. Sampai sekarang masih dirawat di RSUD Tongas,” kata Imam.

Istrinya meninggal dua hari lalu

Istri Danramil yang berinisial H rupanya juga dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Sang istri bahkan telah meninggal dunia karena Covid-19 pada Minggu (23/8).

Imam mengatakan, istri Kapten A memiliki penyakit penyerta, pneumonia dan diabetes.

“Istrinya juga positif dan meninggal kemarin. Istrinya memiliki komorbid (penyakit bawaan),” kata dia.

Anak-anaknya menjalani karantina mandiri

Menyusul temuan tersebut, pihak Kodim dan Dinas Ksehatan Kabupaten Probolinggo melakukan tracing.

“Langsung saya laksanakan tracing bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, baik terhadap anggota Koramil maupun kontak erat. Hasilnya nonreaktif semua,” ujar Imam.

Meski demikian, kedua anak yang berkontak erat dengan Kapten A dan istri tetap menjalani karantina mandiri di sebuah hotel.

Tak ada TNI yang berkontak erat, koramil juga tak ditutup. Imam belum mengetahui dari mana Kapten A dan istrinya tertular Covid-19.

Namun, ia memastikan, sejak sekitar dua pekan lalu, Kapten A tidak bertemu dengan anggotanya.

Ia mengatakan, tak ada anggota TNI di Koramil yang melakukan kontak erat dengan Kapten A, sehingga Markas Koramil tak ditutup.

Meski demikian, ia akan terus memantau seluruh anggota TNI menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sesuai perintah Pangdam, kita kan selaku penegas disiplin protokol kesehatan ya otomatis kan saya harus menerapkan protokol kesehatan dulu secara maksimal ke anggota,” kata Imam.

“Jangan sampai dia melaksanakan tugas tapi dia enggak sehat, artinya lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan itu. Itu berat, karena berhadapan langsung dengan masyarakat,” lanjut dia. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *