17 October 2019
  • 17 October 2019
Breaking News
  • Home
  • Internasional
  • Sambangi Wisata di NZ, Suharno: Bangun Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Indonesia

Sambangi Wisata di NZ, Suharno: Bangun Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Indonesia

By on 24 June 2018 0 152 Views

Selandia Baru, ROC – Disela-sela kesibukan Keluarga Mayjen (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro, MM di Selandia Baru, beliau menyempatkan diri bersama untuk menyambangi destinasi wisata yang ada di negara Kiwi tersebut.

Di Wellington, selain dimanjakan dengan alamnya yang indah, Suharno dan keluarga merasakan pengalaman menaiki Wellington Cable Car. Cable Car ini mengantarkan para wisatawan ke beberapa destinasi wisata menarik, antara lain Cable Car Museum dan Wellington Botanic Garden.

“Sangat menarik, dulunya cable car ini merupakan alat transportasi masyarakat, baik transportasi umum maupun pribadi bagi warga yang berada di daerah dataran tinggi,” ujar Suharno sesaat setelah menaikki cable car tersebut, (22/06).

Cable Car di Selandia Baru.

Pria yang mulai terjun ke dunia politik ini, menyebutkan bahwa pemerintah Selandia Baru dan warga sekitar kreatif dalam mengolah alat transportasi tersebut menjadi destinasi perjalanan wisata yang sangat menarik.

Cable Car alat transportasi umum, disamping itu ada 400 cable car kecil milik pribadi. Biasanya warga yang bepergian di dataran rendah, akan memarkir mobilnya di tepi jalan atau garasi di tepi jalan, sedangkan menuju rumahnya yang berada di ketinggian mereka naik pakai cable car,” terangnya.

Perjalanan yang ditempuh dengan cable car  ini tidak lama, hanya menghabiskan waktu sekitar 5-10 menit. Kereta yang sudah direnovasi menjadi lebih modern ini berjalan di atas ketinggian yang bergerak dari pusat Kota Wellington, menyapu pelabuhan dan menghantarkan Anda ke tujuan wisata mengagumkan.

Musium Cable Car.

Selanjutnya, setelah puas mengunjungi dari Welington,  beliau bertolak ke Auckland yang merupakan kota terbesar dan paling padat penduduk di Selandia Baru. Luasnya mencapai 1.086 kilometer persegi. Penduduk kota yang berlokasi di Pulau Utara ini berjumlah lebih dari 1.354.900 jiwa.

Saat  berkunjung ke Auckland, mantan Jenderal berbintang dua ini menemukan sejumlah fakta menarik tentang kota ini. Salah satu fakta yang paling menarik adalah Kota Auckland memiliki lebih dari 50 gunung berapi. Beberapa yang populer adalah Gunung Pigeon dan Gunung Rotskill. Namun, gunung-gunung itu sudah lama berstatus tidak aktif. Puluhan gunung tadi terbentuk dari sumber magma yang berlokasi 100 kilometer di bawah Kota Auckland.

“Selain gunung berapi, disini kita bisa berjalan menempuh jalur Coast-to-Coast sepanjang 16 kilometer dari Pelabuhan Waitemata yang berseberangan dengan Samudera Pasifik menuju Pelabuhan Manukau yang bersemarangan dengan Laut Tasman,” kata Suharno.

Bapak Suharno di Auckland

Tidak lengkap rasanya kalau berwisata di Auckland tidak berkunjung ke Aquarium buatan di Kelly Tarlton’s Sea Life Aquarium yang merupakan salah satu hal favorit yang harus di lakukan di Auckland.

Mayjen (Purn) Suharno, sambil menggandeng ketiga cucunya, memberikan edukasi tentang spesies laut. Dimana didalam wahana yang bisa dibilang kecil, tapi bisa menyuguhkan 30 wahana, dengan lebih dari 80 spesies laut yang berbeda dan 8 zona bertema baru.

“Didalam sana kita bisa menjelajahi perjalanan bawah laut, Banyak kita temukan beragam koleksi kehidupan air. Jelajahi dunia sub-Antartika koloni penguin, spesies terbesar ikan pari dan koleksi hiu terbesar di New Zealand,” paparnya.

Bapak Suharno bersama cucu di arena Penguin, Kelly Tarlton’s Sea Life Aquarium.

Menurutnya, wisata yang tidak jauh berbeda dengan Sea World ini, sangat cocok untuk keluarga dan anak-anak, namun sesuatu yang menjadi nilai plus dari tempat ini adalah dengan adanya transportasi gratis yang disediakan pengelola dari kota menuju aquarium.

Di arena penguin yang bernuansa musim salju tersebut, Bapak Suharno mengajak cucunya untuk mencoba menaikki kendaraan khas musim salju, yang umumnya di sebut Snow-Trac.

Menaikki kendaraan Snow Trac

Melihat pengelolaan wisata di Selandia Baru yang minimal taoi bisa dimaksimalkan, sehingga menjadi satu potensi andalan pemerintah Selandia Baru dalam menarik wisatawan ke negara tersebut, menggugah jiwa business entrepreneur beliau untuk memaksimalkan ribuan potensi wisata di Indonesia.

“Negara kita sangat kaya dengan potensi wisata. Semua tersedia, sangat lengkap dengan ratusan bahkan ribuan budaya yang bisa dikembangkan,” lanjutnya. Suharno mengatakan, di Selandia Baru, mereka memberlakukan kebijakan imigrasi, yang mewajibkan setiap turis asing untuk membayar pajak kunjungan via skema penyesuaian.

Kebijakan yang akan berlaku di sana adalah, mewajibkan turis asing membayar antara 25 hingga 35 dolar Selandia Baru untuk setiap kali masuk ke negara tersebut.

“Jika hal ini diterapkan di Indonesia, bukan tidak mungkin sektor pariwisata akan menjadi potensi andalan Indonesia dan dapat meningkatkan pendapatan negara,” Suharno menerangkan.

Hingga April lalu, tercatat sekitar 3,8 juta orang turis berkunjung ke Selandia Baru, di mana hal itu berselisih tipis dengan jumlah penduduk asli sekitar 4,7 juta jiwa.

Dengan diterapkannya hal tersebut, bukan tidak mungkin penerimaan pajak negara Indonesua akan sangat meningkat, dimana hasil dari pajak tersebut nantinya akan dibagi untuk digunakan sebagai pembiayaan infrasruktur pariwisata dan konservasi.

“Semoga pemerintah Indonesia dapat melihat peluang tersebut, dan saya berharap, agar Keluarga Republik dapat ikut terjun langsung sebagai pelaku dalam pengelolaan pariwisata di daerah masing-masing, mari bersama kita Bangun Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Indonesia” pungkas Suharno mengakhiri pembicaraan dengan Republik-Online. [RedROC]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *