11 April 2021
  • 11 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sama-sama Jabat Mensos : Khofifah dari Pentas Nasional ke Tingkat Daerah, Risma Sebaliknya

Sama-sama Jabat Mensos : Khofifah dari Pentas Nasional ke Tingkat Daerah, Risma Sebaliknya

By on 23 December 2020 0 83 Views

ROC – Wali Kota Surabaya dua periode, Tri Rismaharini, ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi menteri sosial (mensos) menggantikan Juliari P Batubara yang saat ini jadi tersangka komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terjerat kasus korupsi bantuan sosial.

Jabatan menteri yang diemban oleh Tri Risma ini berbeda dengan yang dijalani oleh Khofifah Indar Parawansa, mantan menteri sosial yang kini menjadi Gubernur Jawa Timur. Kalau Khofifah sebelumnya berkiprah di tingkat nasional sebagai mensos kemudian menjadi kepala daerah, maka Tri Risma justru berangkat dari daerah kemudian naik ke pentas nasional.

Wanita yang akrab disapa Bu Risma ini, akan menjalani tugas dengan berbagai tantangan sebagai mensos Kabinet Indonesia Maju. Nantinya dia harus memastikan belasan juta paket bantuan sosial benar-benar sampai pada warga yang berhak dan efektif mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban pandemi COVID-19.

Dia juga harus bertanggung jawab untuk mengelola ratusan triliunan rupiah anggaran perlindungan sosial yang bersumber dari APBN, agar instrumen fiskal tersebut benar-benar akuntabel, transparan, efisien dan efektif.

Pengumuman dari Presiden Jokowi pada Selasa kemarin, (22/12) memang tidak terlalu mengejutkan. Kabar terpilihnya Risma ke Kabinet Indonesia Maju sudah menjadi desas-desus sejak akhir pekan lalu.

Risma memilih untuk irit berkomentar sebelum pengumuman resmi dari Presiden pada Selasa (22/12) sore.

“Pertama, Ibu Tri Rismaharini. Saya kira kita tau semua beliau adalah Wali ota Surabaya, dan saat ini bu Tri Rismahsrini akan kita berikan tanggung jawab untuk menjadi menteri sosial,” kata Jokowi, di teras Istana Merdeka Jakarta, didampingi Wakilnya KH Ma’ruf Amin.

Setelah terlebih dahulu diperkenalkan kepada publik, sesuai rencana, para menteri baru yang ditunjuk oleh Jokowi ini akan dilantik di Istana Merdeka Jakarta, pada hari ini, Rabu, 23 Desember 2020. Jokowi memang harus memilih orang yang paling dia percayai untuk menjadi mensos.

Jabatan ini sungguh krusial karena memimpin orkestrasi kebijakan penanganan masalah sosial, salah satunya penyaluran bantuan perlindungan sosial di tengah pandemi COVID-19. Ketika pandemi menjadi masalah krusial yang telah menurunkan taraf kesejahteraan, bantuan perlindungan sosial menjadi harapan bagi masyarakat untuk bangkit dan menata kembali hidup.

Pandemi COVID-19 telah membuat Tanah Air ditempa dua krisis sekaligus, yakni krisis kesehatan masyarakat dan krisis ekonomi. Krisis ini pula yang mengantar Indonesia ke jurang resesi ekonomi untuk pertama kali sejak krisis pada Tahun 1998. Presiden Jokowi pun sudah mengumumkan bahwa pemerintah akan melanjutkan kebijakan perlindungan sosial pada Tahun 2021 untuk mengurangi beban sosial dan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi COVID-19. Dalam anggaran Tahun 2021, belanja perlindungan sosial untuk menangani pandemi COVID-19 sudah menghabiskan anggaran sebanyak Rp217,16 triliun.

“Di Tahun 2021 tentunya kebijakan yang baik di Tahun 2020 akan terus kita (pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin) lanjutkan, akan terus kita teruskan, terutama di bidang kesehatan untuk penanganan COVID-19 dan pemberian bantuan perlindungan sosial untuk rakyat,” kata Jokowi, menegaskan.

Diketahui, selama menjabat sebagai Wali Kota, dia banyak mengubah wajah Surabaya. Termasuk mengubah taman-taman kota menjadi lebih asri dan menyejukkan, padahal Surabaya yang biasanya panas, seperti Taman Bungkul dengan penambahan berbagai fasilitas penunjang untuk pengunjung.

Tri Risma juga menjadi pusat perhatian ketika membangun jalur pelestarian modern di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Blauran, dan Jalan Panglima Sudirman di Surabaya. Berkat kepiawaiannya, Surabaya pernah meraih penghargaan Adipura pada Tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014 untuk kategori kota metropolitan.

Selain itu, Risma juga berhasil menjadikan Kota Surabaya sebagai kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada Tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam ikut mengelola lingkungan kota.

Tri Rismaharini adalah wanita kelahiran Kediri, 20 November 1961, telah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode. Pemegang gelar sarjana arsitektur dari Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 1987 ini juga merupakan wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah, yakni pada periode pertama antara Tahun 2010 hingga 2015 dan periode kedua antara Tahun 2015 hingga 2020. Tri Risma menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Kediri, Jawa Timur, dan lulus pada Tahun 1973.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *