Wednesday, May 18, 2022
Home Daerah Saat Kasus Covid-19 Meningkat, 20 TKA Tiongkok Tiba di Makassar Sulsel

Saat Kasus Covid-19 Meningkat, 20 TKA Tiongkok Tiba di Makassar Sulsel

Ket.gbr: Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulawesi Selatan (Disnakertrans Sulsel), Andi Darmawan Bintang, mengklaim Tenaga Kerja Asing atau TKA asal Tiongkok itu telah menjalani karantina. (Foto: dok. IDN Times)

Harmonimedia – Sebanyak 20 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini, Sabtu 3 Juli 2021. Mereka akan bekerja pada proyek pembangunan fasilitas tambang di Kabupaten Bantaeng.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulawesi Selatan (Disnakertrans Sulsel), Andi Darmawan Bintang, membenarkan kedatangan TKA tersebut.

“Ada 20 orang kemarin,” ujar Wawan, sapaannya, melalui sambungan telepon, Minggu (4/7).

Menjalani karantina sebelum tiba di Makassar

Menurut informasi yang diterimanya, kata Wawan, para TKA itu telah dikarantina sebelum tiba di Makassar. Pasalnya, mereka masuk ke Indonesia melalui bandara di Jakarta.

“Jadi, informasi yang kami dapatkan mereka sudah dikarantina di Jakarta sebelum dilepas ke Makassar,” katanya.

Menurutnya lagi, para TKA ini tidak mungkin diizinkan keluar dari tempat karantina jika memang memiliki gejala Covid-19.

“Mereka pasti mempunyai (fasilitas pemeriksaan) semuanya di bandara. Di sini kan tinggal memverifikasi saja apa yang mereka miliki. Jadi titik masuk Jakarta, pengirimannya ke Makassar, tinggal diverifikasi hak mereka di sini,” kata Wawan.

Disnakertrans masih menggali informasi terkait TKA Tiongkok

Disnakertrans Sulsel juga berjanji akan mencari informasi lebih detail terkait kedatangan para TKA Tiingkok di Sulsel dan bagaimana aktivitas mereka nantinya.

Namun sejauh ini, Wawan mendapatkan informasi bahwa TKA asal Tiongkok itu akan dipekerjakan oleh PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, perusahaan yang mengerjakan proyek smelter di Kabupaten Bantaeng.

“Sekarang kami lagi memantau di tempat kerja mereka sana di Bantaeng. Kami sudah turunkan pengawas. Mungkin laporannya sudah ada besok. Mereka datang dalam kapasitas apa dan dipekerjakan untuk sektor apa saja di tempat mereka,” kata Wawan.

Datang di tengah pemberlakuan PPKM

Kedatangan 20 TKA asal Tiongkok di Sulsel itu menjadi sorotan lantaran mereka masuk di saat pemerintah sedang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali demi memutus mata rantai penularan COVID-19.

Hal ini juga menjadi kontras lantaran sebelumnya Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah menyatakan akan memperketat pintu-pintu masuk, termasuk bandara untuk mencegah penularan virus corona dari luar. Apalagi, peningkatan kasus COVID-19 di Sulsel akhir-akhir ini didominasi imported case atau kasus dari luar.

“Memang banyak imported case ya. Makanya kita sepakat sekali kalau Jawa Bali ini dibuatkan PPKM mikro secara darurat. Karena dengan menahan laju dari sana tentu akan menjaga wilayah di luar,” kata Sudirman di Kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.

Kasus COVID-19 Sulsel terus bertambah

Kasus COVID-19 di Sulawesi Selatan dalam sepekan terakhir terus bertambah. Berdasar data Satgas COVID-19 Sulsel diketahui, hingga Sabtu, 3 Juli 2021, jumlah kumulatif kasus positif mencapai 65.139 kasus, dengan tambahan 327 pasien baru.

Dari data yang sama juga tercatat, jumlah pasien sembuh mencapai 62.089 orang dengan penambahan 56 kesembuhan. Sementara korban meninggal dunia akibat COVID-19 di Sulsel hingga kini tercatat sebanyak 991 orang.

red

Most Popular

Recent Comments