31 March 2020
  • 31 March 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp13.624 per USD

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp13.624 per USD

By on 29 January 2020 0 39 Views

Jakarta, ROC – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka menguat di perdagangan hari ini, Kamis (29/1). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp13.624 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.644 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih bergerak stabil usai pembukaan. Sempat bergerak melemah, namun Rupiah kembali menguat ke level Rp13.624 per USD hingga berita ini diturunkan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih sesuai dengan nilai fundamental. Ini menanggapi pernyataan Presiden Jokowi terkait Rupiah yang terlalu menguat sehingga membuat eksportir terancam.

“Penguatan Rupiah masih sejalan dengan fundamental, mekanisme pasar,” ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (22/1).

Dia mengatakan, secara rutin pihaknya memang melaporkan perkembangan nilai tukar kepada Presiden Jokowi. Dampak dari penguatan tersebut juga disampaikan secara rinci seperti neraca pembayaran yang surplus.

“Saya laporkan waktu itu penguatan Rupiah masih sejalan dengan fundamental. Pertumbuhan meningkat dan juga kemudian neraca pembayaran surplus. Aliran modal asing masuk makanya sejalan dengan mekanisme pasar,” jelasnya.

Berdampak Pada Investasi

Dengan mata uang asing, penguatan nilai tukar tersebut utamanya langsung berdampak pada investasi dalam negeri.

“Penguatan nilai tukar di Indonesia itu memang bisa mendorong investasi dalam negeri karena banyak industri kandungan impor tinggi termasuk juga mendorong ekspor khususnya manufaktur,” jelasnya.

“Kalau manufaktur itu ekspornya juga terkendala impor tinggi. Sekarang terlihat ekspor manufaktur meningkat. Memang iya kalau ekspor komoditas melemah karena pengaruhnya lebih ke hasil Rupiah dari ekspor lebih tinggi. Tapi ekspor komoditas tidak terlalu sensitif terhadap pelemahan Rupiah, lebih ke harga komoditas dan permintaan luar negeri,” sambungnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *