6 July 2020
  • 6 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Ribuan Buruh Kepung Kemnaker Minta UMP Naik 15%

Ribuan Buruh Kepung Kemnaker Minta UMP Naik 15%

By on 31 October 2019 0 126 Views

Jakarta, ROC – Ribuan buruh dari beberapa daerah yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Setidaknya ada 3 tuntutan yang disuarakan massa buruh.

“Pada hari ini, 31 Oktober 2019 kami melakukan aksi di depan Kemnaker RI ada 3 tuntutan,” tutur Sekretaris Jenderal DPP Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz kepada detikcom, Kamis (31/10/2019).

Pertama, buruh meminta kepada Menteri Tenagakerjaan yang baru Ida Fauziah untuk mencabut surat edaran Menteri Tenagakerja yang di tanda tangani oleh menteri terdahulu, Hanif Dhakiri.

“Bertepatan dengan kabinet baru, menteri baru, ibu Ida Fauziah kami meminta, kami berharap betul bahwa satu surat edaran Menteri Tenagakerja yang di tanda tangani oleh pak Hanif Dhakiri menteri terdahulu itu segera dicabut,” ucap Aziz.

Kedua, buruh menolak kenaikan UMP berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.78 Tahun 2015 yang naik 8,51%.

“Jangan lagi gunakan metode penetapan upah berdasarkan PP No. 78 sekaligus turunannya surat edaran Kemnaker yang sudah diedarkan,” kata Aziz.

Menurutnya, pihak dewan pengupahan nasional sudah memiliki hitungan sendiri, yang mana kenaikan itu seharusnya berada di angka rata-rata 15% atau mencapai Rp 4.532.117/bulan.

“Kalo ditanya berapa kisarannya, presentase yang kami minta adalah di 15% kenaikan UMP 2020 ini,” minta Aziz.

Ketiga, para buruh keberatan dengan dinaikkannya iuran BPJS Kesehatan. Menurutnya, kenaikan iuran BPJS yang mencapai 100% memberatkan dirinya sebagai tulang punggung keluarga.

“Memang betul kami sebagai pekerja sudah secara otomatis kenaikan BPJS Kesehatan yaitu sebesar 5%. 4% oleh pengusaha dan 1% oleh kami. Tapi jangan lupa, banyak keluarga kami yang menjadi tanggung jawab kami. Maka dengan kenaikan yg nyaris dan melampaui 100% itu kami sangat berkeberatan dan kami sangat menolak,” tegas Aziz.

Para buruh sudah berdatangan sejak pukul 09.45 WIB. Sementara aksi demo sendiri dimulai baru pukul 11.30. KSPI menyebut setidaknya akan ada 3.000 ribu massa buruh yang ikut dalam aksi tersebut.

“Massa hari ini dari 3 wilayah yaitu Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Estimasi akan hadir kurang lebih 3.000-an orang karena ini masih dalam perjalanan,” imbuh Aziz.

 

 

(Red/Detik)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *