26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Respon Warga Jakarta Terkait Mudik Lebaran : Ini Hasil Survey LIPI dan SMRC

Respon Warga Jakarta Terkait Mudik Lebaran : Ini Hasil Survey LIPI dan SMRC

By on 19 April 2020 0 334 Views

Ket.gbr: Mudik lebaran dengan kereta (Foto: ROC/ireDj)

Jakarta, ROC — Meski pandemi virus Corona atau Covid-19 masih melanda Indonesia, bahkan di sebagian negara besar lainnya, sehingga ditetapkan sebagai world global pandemi oleh Organisasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), namun ternyata respon dan animo warga DKI Jakarta, untuk tetap berencana mudik lebaran tahun ini masih terbilang tinggi.

Berdasarkan hasil survey dan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hampir sebagian warga. LIPI mencatat masih cukup banyak warga perantau yang berencana akan melakukan mudik di tengah wabah virus Corona ini.

Dari hasil riset bertajuk Survei Persepsi Masyarakat terhadap Mobilitas dan Transportasi itu, sebanyak 43,78 responden memilih untuk tetap mudik, sementara 56,22 persen menyatakan tidak akan mudik.

Riset ini dilakukan LIPI kepada 3.853 responden setelah dilakukan pembersihan data dari 5.173 responden. Survei dilakukan secara daring lewat media sosial pada 28-30 Maret 2020. Pengambilan data dilakukan secara sampel kuota (quota sampling).

“Ketika ditanya apakah punya rencana mudik tahun ini, ada proporsi yang cukup besar 43,78 persen, mereka akan mudik,” kata Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Rusli Cahyadi dalam webinar yang diselenggarakan LIPI di Jakarta, pada Selasa (14/4) lalu.

Rusli Cahyadi menilai imbauan pemerintah tak akan menyurutkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Dia meminta pemerintah membuat kebijakan dan aturan yang lebih tegas mengenai mudik di tengah wabah Covid-19.

Alasan para responden adalah hendak mudik Idul Fitri. Dengan moda transportasi 42,86 persen responden mengaku akan mudik menggunakan mobil dan 22,29 persen dengan pesawat terbang.

Seluruh responden yang berencana mudik teridentifikasi berasal dari lima besar provinsi, yakni dari Provinsi Jawa Barat (22,94 persen), DKI Jakarta (18,14 persen), Jawa Timur (10,55 persen), Jawa Tengah (10,02 persen), dan Banten (4,68 persen).

Saat ditanya lebih lanjut Rusli menjelaskan survei ini secara metodologi tidak dilakukan dengan begitu ketat. Pasalnya, penyebaran kuesioner lewat media sosial memiliki keterbatasan tersendiri.

“Itu terbukti hasilnya itu sebagian besar respondennya pendidikan diploma ke atas. Yang SMA ke bawah itu sedikit. Kemudian lebih banyak di Pulau Jawa, sangat dominan,” ujarnya.

Berdasarkan data survei LIPI, sebanyak 71,14 responden berdomisili di Pulau Jawa, hanya 28,86 responden yang berdomisili di luar Pulau Jawa. Selain itu, sebanyak 61,39 persen responden berpendidikan setingkat diploma ke atas.

Survey SMRC, 31 persen warga Jakarta tetap akan mudik lebaran

Sementara itu, tak jauh berbeda dengan LIPI, hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan 31 persen warga Jakarta akan mudik lebaran, disusul warga dari Jatim, Jabar, Jateng dan Banten.

Setelah Jakarta, warga terbanyak kedua yang ingin mudik berasal dari Jawa Timur sebesar 12 persen dan secara berturut-turut 10 persen dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

“31 persen warga DKI tetap ingin pulang kampung (mudik) saat lebaran nanti. Mereka yang ingin mudik ini termasuk juga kalangan yang berpendidikan tinggi dan berpenghasilan tinggi,” ujar Direktur SMRC Sirojudin Abbas, di Jakarta pada Jumat (17/4).

Sementara dari hasil survei mudik secara nasional, persentase warga yang ingin mudik mencapai 11 persen atau setara dengan 20 juta warga dewasa. Sedangkan 89 persen warga menyatakan tidak ingin mudik.

Untuk itu, Sirojudin meminta pemerintah melakukan upaya lebih tegas untuk mencegah warga, khususnya dari Jakarta yang ingin mudik ke kampung halaman.

Pemerintah diketahui hanya mengimbau warga untuk tidak mudik. Nantinya warga yang telanjur mudik disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Mengingat masih tingginya minat para perantau untuk mudik, tampaknya masih diperlukan edukasi dan penataan yang lebih tegas terhadap kegiatan mudik terutama dari Jakarta,” katanya.

Survei ini dilakukan dengan sampel basis sebanyak 1.200 responden nasional yang dipilih secara acak melalui telepon pada 22-25 Maret 2020 dan 9-12 April 2020. Populasi pemilih merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Margin of error survei ini diperkirakan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro menyatakan ada kemungkinan larangan mudik lebaran tahun ini. Namun saat ini pemerintah tak melarang warga dan hanya mengimbau agar warga tak mudik ke kampung halaman.(Red)

 

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republikonline.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *