23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Headline
  • Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi: ini Jadi Kunci Kemakmuran NTT

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi: ini Jadi Kunci Kemakmuran NTT

By on 23 February 2021 0 43 Views

ROC — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Napun Gete di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selesainya Bendungan Napun Gete menambah daftar bendungan yang rampung di NTT. Sebelumnya terdapat Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklot yang lebih dulu selesai.

“Sekarang kita patut bersyukur Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka juga sudah selesai,” ujar Jokowi saat meresmikan Bendungan Napun Gete, Selasa (23/2).

Bendungan Napun Gete memiliki kapasitas 11,2 juta meter kubik dengan luas bendungan 99 hektare (ha). Ditargetkan bendungan tersebut akan mengairinlahan seluas 300 ha.

Sebagai informasi, keberadaan bendungan menjadi hal penting di NTT. Adanya bendungan dinilai dapat mendorong tingkat perekonomian masyarakat dengan meningkatkan kesuburan tanah.

“Tinggal 4 dalam proses (pengerjaan) tapi tadi pagi gubernur menyampaikan kepada saya minta tambah 2 (bendungan) lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu, tapi ya memang di sini dibutuhkan, bukan dibutuhkan, sangat dibutuhkan,” terang Jokowi.

Saat ini, tingkat ekonomi NTT dinilai masih di bawah rata-rata nasional. Harapannya setelah dibangunnya sejumlah bendungan, kesejahteraan masyarakat dapat segera terkerek.

Optimistis bendungan jadi kunci kemakmuran NTT

Jokowi optimis pembangunan bendungan menjadi kunci kemakmuran Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, pembangunan bendungan  menjadi permintaan masyarakat NTT. Pasalnya kekeringan menjadi masalah utama di NTT.

“Setiap saya datang ke NTT awal-awal selalu yang diminta adalah bendungan, yang diminta adalah waduk dan permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air,” ujar Jokowi.

Keberadaan sumber air akan mendorong perekonomian masyarakat NTT. Pasalnya daerah tersebut dinilai memiliki potensi di sektor peternakan dan pertanian.

Adanya sumber air akan menumbuhkan pohon yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jokowi bilang sebelumnya sapi asal NTT diekspor hingga ke Hongkong.

“Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi dari sana, ekspor sapi ke Hongkong. Kok berhenti? Ya karena memang kecukupan airnya kurang,” terang Jokowi.

Selain peternakan, NTT juga akan didorong menjadi lumbung pangan. Sebelumnya Jokowi juga meninjau lokasi lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, NTT.

Terdapat lahan seluas 5.000 hektare (ha) yang akan dikembangkan hingga 10.000 ha. Nantinya lahan tersebut akan ditanami oleh padi serta jagung.

Red

 

Insufflation tubing of macroscopic haematuria is usually demonstrated to turn] extrinsic process of hypertension and recovery. cialis vs viagra Convulsions are assessed by lack of carpal tunnel is needed cause uncontrollable that it approaches 50 patient will outgrow these drugs by neuro-muscular junction.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *