20 February 2020
  • 20 February 2020
Breaking News

Rencana ‘People Power’ yang Digagas Amien Rais Ditolak Putra Kiai

By on 5 May 2019 0 174 Views

SURABAYA, ROC – Sejumlah Lora (sebutan putra kiai) se-Madura menggelar pertemuan tertutup di kediaman Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Surabaya, Sabtu (4/5/2019).

Para putra ulama tersebut sebelumnya merupakan pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Di dalam pertemuan tersebut, para lora bersepakat untuk menjaga perdamaian dan persatuan umat pasca Pilpres 2019. Satu di antara pertimbangan mereka adalah untuk kepentingan umat.

“Pada intinya para Lora sepakat bersatu demi kepentingan aswaja, kepentingan umat, kepentingan rakyat dan memperkokoh ukhuwah,” kata Gus Ipul usai pertemuan di Surabaya, Sabtu (4/5/2019).

Pertemuan kali ini diinisiasi oleh KH Mahrus Malik, pesantren Jrengoan, Sampang. Para Lora yang hadir dalam pertemuan menilai perbedaan dukungan dalam Pilpres adalah sebuah rahmat.

Sehingga, sekalipun ulama berbeda pendapat di politik, namun pada akhirnya tetap bersatu. Selain itu, mempertimbangkan arahan ulama, para Lora juga bersepakat untuk melawan berita hoaks sekaligus provokasi yang memecah belah umat.

“Kami hanya akan mengikuti gerakan yang direstui dan dikendalikan oleh para kiai,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Gus Abdurrozaq Sholeh, dari Pesantren Bahrul Ulum, Jombang menyatakan bahwa Pilpres sudah selesai. Pihaknya meminta seluruh santri tetap tenang.

Termasuk tidak mengikuti gerakan People Power yang digagas oleh Amien Rais.

“Saya mengimbau masyarakat tidak perlu ikut gerakan people power yang digagas Amien Rais. Saya pendukung utama 02 (Prabowo-Sandi), tapi tidak akan mendukung gerakan itu. Kami para Gus dan Lora hanya akan ikut gerakan dalam kendali kiai, bukan Amien Rais,” kata Gus Abdurrozaq.

Di tempat sama, Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi mengatakan bahwa pertemuan ini juga menyepakati untuk menebar kebaikan dan kedamaian. Utamanya, jelang bulan Ramadhan 1440 H.

“Para Lora akan bertemu kembali dalam beberapa hari ke depan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini. Prinsipnya kami akan mengawal dan mendukung penuh hasil keputusan KPU. Umat harus tetap tenang,” kata Gus Fahrur, sapaan akrabnya.

Para Lora yang bertemu adalah mereka yang pada Pilpres 2019 adalah pendukung 01 dan sebagian pendukung 02. Mereka yang hadir di antaranya Lora Soleh Masduki, Bangkalan ; Lora Hasyim Zubeir Bangkalan; Lora Zamzami Mahrus, Sampang; Lora Amin bin Syafi’ Sampang ; Lora Syaiful bin Jafar, Sampang; serta Lora Saiful Rohim Sahuri, Sampang.

Selain itu juga Lora Zaid Kayyis, Sampang; Lora Ali bin Usman, Sampang; Lora Najmudin, Sampang; Lora Jafar Fauzi, Pamekasan; Lora Madzkur bin Awwaf, Sumenep; serta beberapa Lora lainnya. Selain itu juga hadir Gus Abdurrozaq Sholeh pesantren Bahrul Ulum, Jombang.

Untuk diketahui, Amien Rais sebelumnya meyakini bahwa pelaksaan Pilpres 2019 diwarnai banyak kecurangan. Bahkan, Amien Rais menyebut kecurangan di Pilpres 2019 dilakukan secara masIf.

Oleh karena itu, Amin Rais menyebut KPU sebagai wujud mahluk politik buatan pemerintah Jokowi. Alasannya, Amien Rais mendapatkan banyak laporan kalau kinerja KPU patut dicurigai melakukan banyak kecurangan.

Amien Rais pun menyiapkan kejutan yang nantinya bakal ditanggul oleh KPU dan pemerintah. “Jadi saya selalu mendapatkan laporan tidak utuh, tetapi makin lama makin berbahaya, jadi Insya Allah pada saatnya akan ada element of price, kejutan,” tegas Amien Rais.

Amien Rais akan mewujudkan ancamannya, melalulan aksi pengerahan massa yang disebutnya sebagai people power. Amin Rais mengatakan jika KPU melakukan kecurangan, maka dia akan menggalang people power. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *