3 July 2020
  • 3 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Lifestyle
  • Rembuk Nasional Pelaku Wisata, Dukung 20 Juta Wisman dan Digitalisasi Produk Lokal

Rembuk Nasional Pelaku Wisata, Dukung 20 Juta Wisman dan Digitalisasi Produk Lokal

By on 2 July 2019 0 4507 Views

Jakarta, ROC – Gabungan pelaku industri perjalanan wisata yang terbentuk dalam wadah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyatakan siap mendukung pemerintah dalam mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Target tersebut diharapkan bisa tercapai pada 2020.

“ASITA siap mendukung program promosi Kementerian Pariwisata dalam meraih target kunjungan 20 juta wisman. Kami akan menggencarkan promosi paket-paket inbound untuk mendatangkan kunjungan wisman dari border tourism,” kata Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati di Jakarta, Senin (1/7).

Sementara itu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisman pada tahun depan dengan proyeksi perolehan devisa sebesar 18,5 miliar dolar AS.

Untuk mencapai target 20 juta wisman dilakukan strategi super extra ordinarymeliputi border tourismtourism hub , dan low cost terminal.

Border tourism harus kita seriusi karena merupakan cara efektif untuk mendatangkan wisman dari negara tetangga,” kata Arief Yahya.

Menpar menilai dengan mendatangkan wisman dari perbatasan melalui program cross border tourism dari negara tetangga relatif lebih mudah karena faktor kedekatan (proximity) secara geografis wisman. Program tersebut relatif lebih mudah, cepat, dan murah untuk bisa dilakukan di Indonesia.

Nunung Rusmiati menjelaskan, pada rembuk nasional ASITA kali ini juga diusulkan rekomendasi kepada pemerintah terkait masalah harga tiket pesawat domestik. Harga tiket pesawat domestik sekarang ini, menurut Rusmiati, memang sudah relatif turun.

“ASITA menyarankan kepada pemerintah supaya ada ”sub classes” walaupun jumlahnya tidak banyak. Pada periode arus mudik kemarin maskapai menaikkan harga di level TBA (Tingkat Batas Atas) tanpa ada subkelas harga. Kami minta pasca-lebaran ini maskapai dapat membuka subkelas harga,” paparnya.

ASITA mencatat penurunan harga tiket pesawat domestik terakhir kali terjadi saat pemerintah menurunkan tarif batas atas sebesar 12-16 persen pada Mei 2019. Ketika itu seluruh maskapai full servicemedium service, dan low cost carrier (LCC) menurunkan harga.

Adanya penurunan harga tersebut, diakui Rusmiati, membuat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi pariwisata mulai meningkat.

Sementara Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. H. Suharno, M.M yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa, fokus menjaring wisatawan adalah dengan mengangkat hasil budaya local ke dunia internasional, salah satu contohnya adalah seperti Ikan Arwana dan Koi asli Indonesia, yang diternakkan dan dibudidayakan sehingga akan meningkatkan devisa dalam negeri.

“Produk wisata di Indonesia sangatlah baik dan indah. Selain kultur dan budaya, adapula hasil peternakan yang tidak bisa dianggap sebelah mata, salah satunya adalah budidaya ikan Arwana dan Koi. Bagaimana ikan tersebut dikemas sedemikian rupa didalam wadah aquarium yang  bagus, sehingga memancing wisman untuk menikmati dan membeli ikan tersebut,” ujar Suharno.

Lanjutnya, potensi wisata tidak hanya mencakup kunjungan wisman ke tanah air, tetapi bisa pula dalam bentuk wisata produk local yang dijual ke luar negeri yang harus dimoderenisasi.

“Kalau hanya menunggu wisman yang dating, dapat dipastikan para pedagang atau penjual akan mati, manfaatkan tekhnologi dengan infrrastruktur yang mumpuni, manfaatkan e-commerce atau start-up, sehingga wisata produk dalam negeri akan terkenal dan tersebar luas seantero bumi,” paparnya.

Beliau menambahkan, para pedagang perlu untuk mencontoh Digital Media advertaising seperti Alibaba, Bukalapak, Lazada dan lain sebagainya, dimana jual beli secara online dapat mem-bypass semuanya. Pedagang biasa harus digiring ke arah penjualan digital, baik secara personal maupun berkelompok. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *