23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Rektor Universitas Paramadina Meninggal Dunia, Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka

Rektor Universitas Paramadina Meninggal Dunia, Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka

By on 6 February 2021 0 64 Views

Ket gbr: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat jenazah Prof Firmanzah, rektor Universitas Paramadina yang meninggal dunia, Sabtu (6/2/2021).

ROC – Rektor Universitas Paramadina, Profesor Firmanzah meninggal dunia, pada Sabtu (6/2/2021) pagi. Seperti diberitakan Guru Besar FEB UI itu meninggal dunia akibat vertigo.

Rekan Almarhum di FEB UI, Budi Frensidy membenarkan kabar tersebut. Kiprah Firmanzah di dunia akademisi sangat cemerlang. Almarhum pernah menjabat sebagai Dekan termuda di Fakultas Ekonomi UI.

Selain itu, dia juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden SBY bidang ekonomi. Firmanzah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina pada 2015. Dia menggantikan Anies Baswedan yang saat itu ditunjuk sebagai Mendikbud.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat ke rumah duka

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat jenazah Profesor Firmanzah, Anies datang ke rumah duka di Taman Parahyangan Golf Jalan Situ Indah Golf No 12, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, mengenakan baju koko hitam dan peci hitam.

Diketahui, Prof Firmanzah meninggal dunia karena vertigo. “Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Telah berpulang Prof Firmanzah. PhD akibat vertigo tadi subuh. Semoga husnul khotimah,” demikian dikutip dari akun Twitter @Andiarief

Jenazah Profesor Firmanzah rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tepat di Kompleks Area Makam Perintis dan Pejuang Kemerdekaan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah petugas berpakaian hijau dan petugas TPU lainnya dari pagi tampak sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari menggali makam untuk jenazah hingga mempersiapkan tenda dan lainnya. Selain petugas, tampak sejumlah mahasiswa yang telah hadir di area TPU Tanah Kusir untuk mengikuti proses pemakaman.

Salah satunya Faiq Falahi (28), salah satu mahasiswa dari Universitas Paramadina yang turut datang di TPU Tanah Kusir karena hendak mengiringi pemakaman korban. Dia datang bersama sejumlah teman-temannya yang juga dari Universitas Paramadina.

“Saya tahu informasi itu dari teman-teman, yang mana kami tidak menyangka dan merasa kehilangan sekali,” ujarnya di lokasi, Sabtu (6/2).

Selain mereka yang telah datang, sejumlah mahasiswa dari Universitas Paramadina lainnya pun datang pula ke TPU Tanah Kusir guna mengiringi almarhum. Dia pun mendoakan agar korban diberikan tempat di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Dikenal Penyabar dan Bijaksana

Di mata mahasiswa Universitas Paramadina, Prof Firmanzah dikenal penyabar dan bijaksana. Demikian dikatakan mahasiswa Universitas Paramadina mengenang almarhum. Selain itu Firmanzah juga adalah  sosok yang penyabar, bersahaja, dan bijaksana, khususnya terkait kebijakan dan manajemen di kampus Paramadina tersebut.

“Saya melihat sosok Pak Firmanzah, Pak Rektor kami itu sosok yang sangat bersahaja dan tenang dalam mengambil keputusan, terutama terkait kebijakan-kebijakan mahasiswanya,” ujar Faiq Falahi (28) salah satu mahasiswa Universitas Paramadina yang hadir di TPU Tanah Kusir.

Maka itu, kata mahasiswa Fakultas Falsafah dan Peradaban itu, para mahasiswa Paramadina pun merasakan kehilangan yang teramat dalam atas kepergiannya. Dia pun kaget dan tak menyangka atas meninggalnya Prof Firmanzah.

“Paling dikenang itu kebijaksanaannya dan penyabar melihat kondisi manajemen kampus Paramadina, melihat mahasiswa-mahasiswanya. Utamanya, beliau itu selalu berdialog dengan para mahasiswanya,” tuturnya.

Insan Kamil (25), mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina menambahkan, almarhum dikenal sebagai sosok yang selalu memberikan solusi pada para mahasiswanya yang menghadapi suatu masalah.

“Almarhum di mata mahasiswa, orang yang pengayom dan sangat baik. Ketika ada masalah sedikit, Pak Fiz langsung turun, jadi sebisa mungkin pimpinannya langsung turun, jadi Pak Fiz-nya langsung turun ke lapangan. Saya paling ingat itu almarhum sendiri itu sangat mengayomi dan cinta mahasiswanya. Makanya kami sangat merasa kehilangan beliau. Beliau juga menekankan kepada mahasiswa Paramadina untuk lebih aktif, inovatif, dan bisa bersaing dengan universitas-universitas lainnya,” katanya.

Red 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *