7 April 2020
  • 7 April 2020
Breaking News

Puluhan Pejabat di Libya Tewas Terkena Serangan Udara

By on 6 August 2019 0 2395 Views

Libya, ROC – Dibombardir serangan udara secara mendadak, sedikitnya 42 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam serangan yang menargetkan pertemuan di balai kota permukiman Qalaa di kota Murzuq, Tripoli, Libya.

Pemerintah Libya yang diakui PBB, Government of National Accord (GNA) menuding pasukan yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar sebagai pelaku serangan udara tersebut.

Pejabat dewan kota, Ibrahim Omar mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/8/2019), serangan tersebut menewaskan 42 orang dan melukai lebih dari 60 orang, yang 30 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Omar mengatakan, serangan udara itu menargetkan sebuah gedung pemerintah di mana lebih dari 200 pejabat lokal berkumpul untuk menyelesaikan masalah sosial. Gedung tersebut dibombardir sebanyak tiga kali.

“Tak ada orang-orang bersenjata atau buronan di antara mereka. Haftar membombardir warga sipil tak bersenjata,” ujar Omar seraya meminta bantuan kemanusiaan karena rumah sakit lokal kewalahan dengan banyaknya korban.

GNA mengutuk serangan tersebut dan menyalahkan pasukan Haftar. GNA pun mendesak komunitas internasional dan misi PBB di Libya untuk melakukan penyelidikan atas “kejahatan-kejahatan yang dilakukan para milisi pimpinan Haftar di Murzuq”.

Haftar yang menguasai sejumlah wilayah di Libya selatan awal tahun ini, telah berperang sejak April lalu untuk mengusir pasukan pro-GNA dari Tripoli, ibu kota Libya.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pasukan Haftar, Tentara Nasional Libya atau LNA mengenai serangan udara tersebut.

Sejak pemberontakan di tahun 2011, Libya telah dilanda kekacauan yang menewaskan Presiden Moamer Kadhafi. Pemerintah dan para milisi yang bertikai, terus memperebutkan kekuasaan, dengan GNA yang berbasis di Tripoli bersaing dengan pemerintahan paralel yang berbasis di timur dan didukung oleh Haftar. (Red/Detik)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *