16 July 2020
  • 16 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Headline
  • PT Krakatau Steel Tidak Bertanggung Jawab, Warga Akan Laporkan Pencemaran Batubara ke Presiden

PT Krakatau Steel Tidak Bertanggung Jawab, Warga Akan Laporkan Pencemaran Batubara ke Presiden

By on 6 February 2020 1 2471 Views

Cilegon, ROC – Sejumlah warga di Lingkungan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon berang, pasalnya pencemaran debu batubara PT Krakatau Steel (KS) yang terjadi 13 desember lalu, hingga saat ini tidak ada kompensasi dan pertanggung jawaban terhadap masyarakat.

Hearing bersama perwakilan warga dari wilayah 5 kelurahan yakni Kelurahan Warnasari, Samangraya, Deringo, Lebak Denok dan Kubang Sari dengan PT Krakatau yang di mediasi DPRD kota Cilegon pada akhir desember, tidak menemukan kesepakatan.

Terpaparnya debu limbah batubara dari pabrik Blast Furnace PT KS, diduga berjalan terlalu dipaksakan dan merupakan proyek asal asalan.

Mastur, warga Samangraya mengaku, hingga dua bulan kurang, pihak KS tidak memberikan kompensasi apapun untuk warga yang terdampak.

“Sampai sekarang pihak KS tidak ada pertanggung jawaban apapun untuk warga, mereka hanya kasih susu satu kaleng untuk satu rumah, dan diberi masker itu dua hari setelah kejadian,” paparnya.

Malahan, lanjut Mastur yang ditemani warga sekitar, menyebutkan bahwa beberapa oknum perusahaan KS, serta oknum pemerintahan, meminta agar tidak memblow up kejadian ini.

“Tidak ada itikad baik dari pihak KS untuk memberikan solusi ataupun ganti rugi untuk warga yang terdampak, buat apa ada proyek tersebut kalau hanya untuk mencemari masyarakat,” tandasnya.

Sementara Ketua RT 01, Ahmad Bahroji mengakui sudah melaporkan hal tersebut, melalui Dinas Lingkungan Hidup, Polres, Polda, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut ataupun kabar berita mengenai penyelesaiannya.

“Kami hanya minta keseriusan dan tindak lanjut dari PT KS, tidak dalam bentuk uang. Maaf kami punya harga diri, punya anak dan istri yang terdampak, banyak yang sakit pernafasan sampai pingsan, pertanggungjawaban nya mana? Kami mendapatkan desakan dari warga,” ujar Ahmad.

Hal tersebut diamini juga oleh Haerudin dan Yusuf Efendi, mereka menduga ada permainan dalam hal mengambangnya persoalan ini.

“Kami yakin ada pihak yang bermain dalam kejadian ini, warga yang menjadi korban,” imbuhnya.

Warga sepakat akan melaporkan hal ini kepada Presiden Joko Widodo, serta Menteri BUMN Erik Thohir dalam waktu dekat ini, jika tidak ada solusi yang diberikan oleh PT. Krakatau Steel.

Untuk diketahui, Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 memasukkan limbah batubara (FABA) sebagai limbah B3. Berdasarkan aturan tersebut disebutkan kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah sisa usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.  (Red)

1 Comment
  • jamin 5 months ago

    Mmg.semakin.byk.lersolan.yg harus.diselesaikan.dgn.pribadi yg ilmuan/PROFESIONAL dgn integritas tinggi tanpa SARA…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *