20 July 2019
  • 20 July 2019
Breaking News
  • Home
  • Daerah
  • Jawa Timur
  • Proyek PJU Tidak Sesuai Spesifikasi, DPRD Kota Mojokerto akan Lakukan Investigasi

Proyek PJU Tidak Sesuai Spesifikasi, DPRD Kota Mojokerto akan Lakukan Investigasi

By on 19 December 2018 0 124 Views

Mojokerto, ROC – Proyek pengerjaan pengadaan Penerangan Jalan Umum ( PJU ), senilai Rp. 1.175 miliar di Kota Mojokerto, dipertanyakan anggota legislative setempat, karena tidak sesuai dengan rencana dan penempatannya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Suyono, Politisi Partai Amanat Nasional ini mengungkapkan bahwa fakta dilapangan, proyek PJU yang telah selesai dikerjakan dipasang berjejer dengan PJU yang lama. Anehnya lagi, di atas jembatan Rejoto dipasang beberapa PJU dengan bohlam menerangi sungai.

“Jarak antara PJU lama dan PJU baru kurang lebih dua meter, jadi efisiensinya tidak ada. Proyek yang diperhitungkan tiap titiknya senilai Rp. 17.5 juta dengan switch per satu tiang saya percaya, tapi masalahnya satu switch dipergunakan untuk beberapa tiang,” ujar Suyono sat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Lanjutnya, tiang PJU yang dipasang baru sekarang ini ternyata tiangnya bekas dan tidak hanya digunakan untuk jalan raya Kedungsari dan Kelurahan Meri saja. Tetapi proyek tahun 2018 Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto ternyata juga dipergunakan untuk jembatan Rejoto dan jalan raya Blooto yang tembus ke Ketidur serta Suromulang selatan, angka nilai untuk proyek sebesar Rp. 667.873.791 berdasar harga perkiraan sendiri dan pemenang tender proyek yaitu PT. Topida.

Diperkirakan proyek yang sama untuk jalan raya kedungsari dan Meri yaitu sebesar Rp. 507.797.184. Padahal proyek penerangan jalan kawasan barat DLH mematok anggaran lelang sebesar Rp.917.898.791. Adanya temuan penggunaan besi bekas dalam proyek ini yang dipersoalkan dan dipertanyakan oleh Dewan Kota Mojokerto.

“Kami akan menindak lanjuti masalah proyek PJU yang pengunaannya memakai besi bekas. Akan kami bahas secara internal untuk memastikan kebenarannya, pengunaan. Kami akan melakukan sidak dilapangan untuk memastikan kebenarannya,” ujar Sekertaris Komisi II DPRD Kota Mojokerto Edwin Endra Praja.

Edwin sangat kecewa dengan proyek tersebut, karena memakai barang bekas. “Anggaran kita ada kok, dan kalau dibilang masalah efisiensi, harusnya anggarannya berkurang dan apa efisiensi itu harus memanfaatkan barang bekas kan tidak harus?  apa lagi anggaran tetap kok dapatnya barang bekas,” sesalnya.

Lanjutnya, jika proyek tersebut tidak dipermainkan, bisa saja untuk efisiensi dengan menurunkan speknya. Contohnya apabila anggaran terbatas tidaklah mungkin harus belanja speknya yang berkualitas tinggi namun bisa menggunakannya dibawahnya, itu termasuk efisiensi anggaran juga. Bukan dengan menggunakan besi bekas yang kualitas serta kuantitasnya dipastikan jelek.

“Pengunaan anggaran proyek ini sangatlah rawan permainan, karena dari sisi transparansi berapa jumlah tiang bekas PJU yang digunakan tidaklah dipublikasikan,” pungkas Edwin. (US/HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *