31 March 2020
  • 31 March 2020
Breaking News

Produksi Gas Indonesia Bertambah 40 MMSCFD

By on 2 December 2019 0 75 Views

ROC – Satuan Kerja Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penambahan produksi gas Indonesia sebesar 40 juta kaki kubik per hari ‎(Million Standard Cubic Feet Per Day/MMSCFD). Penambahan ini berasal dari proyek hulu migas Bison, Iguana, dan Gajah-Puteri (BIGP) di Wilayah Kerja (WK) Natuna Sea Block A.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu P. Taher mengatakan,‎ proyek hulu migas Bison, Iguana, dan Gajah-Puteri ‎yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil telah menyalurkan gas pertamanya. Proyek ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun dengan total estimasi biaya investasi sebesar USD 325 juta.

“Hal ini merupakan upaya konkret untuk terus meningkatkan profil produksi Hulu Migas Indonesia,” kata Wisnu, di Jakarta, Senin (2/12).

Cadangan gas yang terdapat pada proyek BIG-P adalah sebesar 93 miliar kaki kubik fit (BCF), nantinya gas akan disalurkan melalui infrastruktur eksisting yang berada dalam WK Natuna Sea Block A.

Uji Sumur Bison dan Iguana Selesai

Sedangkan produksi gas dari lapangan Bison sekitar 15 MMSCFD dan dari lapangan Iguana sekitar 25 MMSCFD. Uji kinerja sumur Bison dan Iguana berhasil diselesaikan dan secara paralel uji aliran gas terintegrasi dari kedua sumur pada laju alir gabungan 40 mmscfd juga diselesaikan dengan sukses.

Menurutnya, keberhasilan pengerjaan proyek BIGP menjadi bukti lanjut kemampuan Premier Oil, dalam melaksanakan siklus proyek dari eksplorasi hingga produksi.

“SKK Migas menyambut baik adanya tambahan produksi gas dari proyek BIGP,”ujarnya.

Premier Oil selaku operator WK Natuna Sea Block A memiliki kepemilikan saham sebanyak 28,67 persen sedangkan sisanya dimiliki oleh beberapa pihak yaitu KUFPEC, Pertamina, PTT, dan Petronas.

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *