11 July 2020
  • 11 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Presiden KPI Desak Umumkan ke Publik Nama Pelaut yang Pakai Sertifikat Kompetensi Palsu

Presiden KPI Desak Umumkan ke Publik Nama Pelaut yang Pakai Sertifikat Kompetensi Palsu

By on 27 June 2020 0 70 Views

Jakarta, ROC — Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mendesak pihak berkompeten agar mengumumkan kepada publik nama-nama Pelaut yang menggunakan sertifikat kompetensi Pelaut asli tetapi palsu (aspal).

Hal itu diungkapkan Presiden KPI Mathias Tambing, melalui keterangan pers Jumat (26/6), menanggapi keberhasilan Polda Metro Jaya menangkap 11 tersangka sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut belum lama ini.

Dalam aksinya para tersangka melakukan illegal access (hacking) pada website resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Sertifikat yang dipalsukan sejumlah 5.041 lembar, dengan meraup keuntungan Rp 20 miliar.

“Segera ungkap ke publik siapa saja Pelaut yang menggunakan sertifikasi kompetensi abal-abal itu. Ini penting untuk menimbulkan efek jera baik bagi Pelaut itu sendiri maupun perusahaan pelayaran yang mempekerjakannya,” ujar Presiden KPI Mathias Tambing.

Dia mengatakan, KPI mengapresiasi aparat penegak hukum yang telah berhasil mengungkap praktik jual beli serifikasi kompetensi Pelaut, dan berharap dapat segera mengumumkannya kepada publik kemana saja peredaran sertfikasi aspal tersebut.

Pasalnya, imbuh Mathias, selama ini citra pelaut tercoreng dengan maraknya oknum-oknum yang memperjualbelikan dokumen sertifikat kompetensi Pelaut berkategori abal-abal itu.

Belum lagi, masih ada perusahaan pengawakan kapal yang juga menerima penyaluran para pelaut yang mengantongi sertifikasi kompetensi aspal tersebut.

“Praktik seperti ini sudah keterlaluan dan kami sangat prihatin. Kami ingatkan semua yang terlibat praktik seperti itu segeralah bertaubat,” ujar Mathias Tambing.

KPI, kata dia, mendesak agar semua pihak yang terbukti terlibat dalam praktik pemalsuan sertifikasi pelaut dan perusahaan yang merekrunya untuk bekerja di kapal agar ditindak sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Disisi lain, Mathias mengingatkan agar Pelaut tidak tergiur menempuh jalan pintas untuk bisa bekerja di kapal kendati hanya dengan gaji/upah di bawah standar.

“Dengan mengungkapkannya kepada publik siapa-siapa saja pemegang sertifikat kompetensi pelaut abal-abal itu, katanya , diharapkan dapat menjadikan evaluasi para perusahaan rektrutment pelaut maupun perusahaan pelayaran yang selama ini menggunakan Pelaut seperti itu,” ucapnya.(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *