23 October 2020
  • 23 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Presiden Jokowi Tak Akan Mengganti Dr Terawan Sebagai Menteri, Ini Alasannya

Presiden Jokowi Tak Akan Mengganti Dr Terawan Sebagai Menteri, Ini Alasannya

By on 14 July 2020 0 154 Views

Foto: Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan RI saat ini, Terawan Agus Putranto (dok. Biro Sekretariat Presiden)

ROC – Belum lama ini, isu perombakan atau reshuffle kabinet mencuat ke publik setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur dan mengeluarkan ancaman pada sejumlah menteri.

Menurut Jokowi, ada menteri-menteri yang tidak memiliki sense of crisis di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Beberapa menteri pun mendapat sorotan lantaran dinilai kurang menunjukkan kinerja terbaik di tengah pandemi.

Satu di antaranya yakni Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Banyak yang beropini, sosok Tetawan adalah satu Menteri yang pas jika harus diganti. Sebab dinilai belum berhasil memberantas pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia sejak Maret kemarin

Namun, berbeda dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Terawan Agus Putranto adalah menteri kesayangan Presiden Jokowi.

Hal itulah yang tidak banyak diketahui banyak orang. Demikian disampaikan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, dalam webinar peluncuran buku ‘Menghadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemik’ karya Saleh Partaonan Daulay, baru-baru ini, Jumat (10/7).

“Kalau ada isu-isu reshuffle, Pak Terawan ini banyak orang yang tidak tahu, ini menteri kesayangannya Pak Jokowi ini,” kata Zulhas.

Atas dasar itu, Zulhas meyakini Terawan tidak akan dicopot dari jabatan Menteri Kesehatan RI.

“Kalau ada reshuffle, insyaAllah tidak mungkin di-reshuflle itu Pak Menkes,” ujar Zulhas yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung soal reshuffle kabinet saat rapat kabinet paripurna di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020, lalu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengutarakan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan.

“Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah,” kata Jokowi lewat video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6) lalu.

Lebih lanjut, Presiden mengajak para menteri ikut merasakan pengorbanan yang sama terkait krisis kesehatan dan ekonomi yang menimpa Indonesia saat di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi menilai, hingga saat ini diperlukan kerja-kerja cepat dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Terlebih, Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyampaikan, bahwa 1-2 hari lalu growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai ke 7,6 persen. 6-7,6 persen minusnya. Lalu, Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen.

“Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal,” ucap Jokowi kala itu. (red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *