17 October 2019
  • 17 October 2019
Breaking News

Presiden Jokowi Resmikan PLTB Sidrap

By on 2 July 2018 0 142 Views

Sidrap, ROC  – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, hari ini meninjau dan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap dengan kapasitas mencapai 75 MW.

“Dengan mengucap Bismillah, saya resmikan PLTB 75 megawatt ini,” ucap Jokowi sambal menekan sirene tanda diresmikannya ‘kebun angin’ Sidrap ini, Senin (2/7).

PLTB Sidrap ini merupakan PLTB pertama yang beroperasi di Indonesia. PLTB ini memiliki 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter, masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW, sehingga total kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin adalah 75 MW.

Selain meresmikan PLTB Sidrap, pada saat yang sama, Presiden juga akan meresmikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Punagaya 2×100 MW dan PLTU Jeneponto Ekspansi 2×135 MW. Peresmian dilakukan dengan menandatangani prasasti.

Presiden Jokowi saat meresmikan PLTB Sidrap, Senin (02/7). [Doc. Detik]

Sementara, Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad mengatakan bahwa proses pembangunan pembangkit tersebut cukup cepat.

Hal itu yang mendorong pihaknya mempercepat proses pembangunan infrastruktur lainnya. Dua diantaranya menyiapkan transmisi dan gardu induk.

“Pembangunan pembangkit ini relatif cepat sehingga infrastruktur lain juga harus dipercepat, seperti transmisi dan gardu induk (GI),” kata Muhamad.

PLTB Sidrap menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekira 40 persen serta menyerap sekitar 1150 tenaga kerja.

Pembangunan pembangkit tersebut merupakan perwujudan semangat pemerintah dalam meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang mencapai 23 persen dari total bauran energi nasional pada 2025 mendatang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan sejumlah pejabat lainnya. [Red]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *