21 October 2020
  • 21 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Presiden Donald Trump Mengumbar Akan Umumkan Asal-Usul Virus Corona

Presiden Donald Trump Mengumbar Akan Umumkan Asal-Usul Virus Corona

By on 16 May 2020 0 212 Views

Foto: Presiden AS, Donald Trump tidak menjelaskan kapan laporan mengenai asal-usul COVID-19 akan diumumkan
(dok.Reuters)

ROC — Diketahui jumlah kematian akibat virus Corona atau Covid-19 di AS hampir mencapai 70 ribu orang, lebih dua kali lipat dibandingkan jumlah korban di Inggis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan satuan tugas virus Corona Gedung Putih akan dikurangi perannya karena negara itu akan memasuki fase kedua penanganan pandemi. Sementara Ratu Inggris menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Australia mencegah terjadinya kematian massal.

“Mike Pence dan satgas ini telah bekerja dengan baik,” kata Trump saat berkunjung ke salah satu pabrik APD Arizona, dikutip republik-online dari ABCnews, Sabtu (16/5).

Ia berdalih perhatiannya sekarang lebih tertuju pada upaya membuka kembali pembatasan, namun di saat yang bersamaan tetap menjaga keselamatan.

“Mungkin kami akan membuat kelompok tugas baru untuk itu,” ujarnya.

Tapi saat ditanya apakah dia akan mengumumkan “misi tercapai” dalam perang melawan virus ini, Trump menjawab, “Tentu saja tidak. Misi tercapai ketika semua sudah berakhir.”

Trump kembali “sesumbar” pihaknya akan merilis laporan yang merinci asal-usul virus Corona ini. Namun, dia tidak memberikan detail mengenai kapan pengumuman itu akan disampaikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tadinya Trump sempat memuji penanganan yang dilakukan Pemerintah China terhadap pandemi ini.

Namun belakangan dia mulai menyerang dan menyalahkan Beijing ketika penyebaran virus semakin parah dengan jumlah korban yang terus bertambah.

Pada hari Minggu (3/5) lalu, Menlu AS Mike Pompeo mengatakan ada banyak bukti bahwa virus Corona berasal dari Institut Virologi Wuhan. Tapi ia juga tidak mau membantah pernyataan badan intelijen AS bahwa virus ini bukan buatan manusia.

Kebanyakan ahli percaya virus itu berasal dari sebuah pasar di Wuhan yang menjual satwa liar dan berpindah dari hewan ke manusia.

Selamati keberhasilan Australia

Ratu Elizabeth II dari Inggris menelepon Perdana Menteri Scott Morrison untuk menyampaikan selamat atas keberhasilan Australia mencegah dampak mengerikan dari Covid-19.

PM Morrison mengungkapkan mereka juga membahas upaya pemulihan dampak kebakaran hutan serta kemarau di Australia.

“Yang Mulia juga senang mendengar bahwa pacuan kuda masih berlangsung di Australia,” katanya.

Sementara itu, bentuk bantuan yang diluncurkan Pemerintah Australia yaitu program bernama JobKeeper, sejauh ini sudah diikuti 728.000 perusahaan yang mencakup 4,7 juta pekerja.

Pemerintah menyiapkan dana sebesar AU$130 miliar untuk program ini, di mana setiap pekerja yang terdampak Covid-19 akan mendapatkan pembayaran dari pemerintah.

Namun program yang diperkirakan akan diikuti sekitar 6 juta pekerja ini tidak akan diperluas ke mereka yang berstatus pekerja lepas.

Pihak oposisi telah mendesak pemerintah untuk memasukkan para pekerja lepas yang telah berganti pekerjaan dalam 12 bulan terakhir.

250.000 kasus di Asia

Menurut hitungan kantor berita Reuters, kasus virus corona di negara-negara Asia telah mencapai seperempat juta pada hari Selasa (5/5) lalu, terutama didorong adanya pertambahan kasus di Singapura, Pakistan dan India.

Sementara China, Korea Selatan dan Jepang mulai memperlambat penyebaran penyakit ini.

Diperlukan hampir empat bulan untuk mencapai jumlah infeksi 250.000 orang di Asia, sementara untuk jumlah yang sama di Spanyol dicapai dalam dua bulan.

Secara global, Asia hanya menyumbang 7 persen dari total kasus, Eropa 40 persen, dan wilayah Amerika Utara 34 persen.

Namun banyak kalangan meniai bahwa banyak negara Asia yang menutup-nutupi angka sebenarnya dari pandemi ini.

Infeksi virus Corona menyebabkan gejala ringan sehingga tidak semua orang dites.

Di sisi lain, sebagian besar negara di Asia hanya mencatat kematian di rumah sakit, yang berarti kematian di rumah dan panti-panti jompo tidak dihitung.

KDRT meningkat di Rusia

Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Rusia dilaporkan meningkat selama berlakunya aturan tinggal di rumah.

Kasus KDRT selama bulan April dilaporkan mencapai 13.000 atau naik tajam dibandingkan 6.000 kasus di bulan Maret.

KDRT banyak terjadi di Rusia dan menurut data polisi 40 persen dari semua tindak kekerasan terjadi di dalam lingkungan keluarga.

Rusia pada tahun 2017 mendekriminalisasi serangan ringan terhadap anggota keluarga dan menurut pegiat HAM, inilah yang mendorong meningkatnya KDRT.

Di Prancis, Menteri Olahraga Roxana Maracineane menyataan tidak ada jaminan balap sepeda tahunan Tour de France akan berlangsung tahun ini karena adanya pandemi Covid-19.

Tur yang telah dijadwalkan ulang pada 29 Agustus – 20 September, tampaknya akan menghadapi kendala larangan kerumunan yang berlaku di Prancis hingga akhir Agustus.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *