26 March 2019
  • 26 March 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Prediksi Calon Senator, Jika Jokowi-Prabowo Bersanding akan Lawan Kotak Kosong

Prediksi Calon Senator, Jika Jokowi-Prabowo Bersanding akan Lawan Kotak Kosong

By on 9 August 2018 0 102 Views

Jakarta, ROC – Pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tinggal beberapa jam lagi akan ditutup. Saat ini peta pertarungan capres dan cawapres masih berkutat diantara dua orang calon yaitu Jokowi dan Prabowo, yang masih belum menentukan siapa cawapres yang akan bersanding dengan mereka. Namun, beberapa waktu belakangan ini, muncul wacana untuk menduetkan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Prabowo dan Joko Widodo saat bertemu di Istana Negara

Prabowo sendiri pernah mengisyaratkan jikalau dirimya tidak keberatan jika bersanding dengan Presiden Jokowi di Pilpres 2019 jika alasannya untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Prabowo menegaskan bahwa dirinya akan mendengarkan suara seluruh kader Partai Gerindra.

Joko Widodo saat berkuda di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang.

“Saya sebetulnya, kan, mandataris partai saya. Saya akan mendengarkan suara partai, suara rakyat, suara sahabat-sahabat, suara mitra,” ujar Prabowo di Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/3).

Menurut calon senator daerah pemilihan Jawa Barat, Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM menilai, menyandingkan Prabowo sebagai cawapres Jokowi dapat menghindari perpecahan antara kedua pendukungnya, baik di masyarakat maupun di parlemen.

“Energi yang dimiliki keduanya beserta seluruh pendukung dan pengikutnya, lebih baik disatukan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia,” ujar Suharno saat ditemui ROC diruang kerjanya di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Rabu (8/9) malam.

Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM. Calon DPD-RI Daerah Pemilihan Jawa Barat

Beliau menyebutkan hal tersebut bukan tanpa alasan, berdasarkan hasil Survey Pooling calon Presiden, masyarakat menginginkan negara ini dipimpin oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Masyarakat berharap agar salah satu dari kandidat tersebut dapat memimpin negara Ini.

“Pada Pilgub DKI Tahun 2012, Joko Widodo terpilih menjadi Gubernur dan didukung oleh PDI-P (Megawati) dan Partai Gerindra ( Prabowo ). Kebersamaan ini semestinya bisa dijadikan dasar pertimbangan untuk diteruskan ke Pilpres 2019, sehingga Pilpres 2019 akan sejuk, nyaman dan damai,” tuturnya.

Suharno menegaskan, saat ini sudah terjadi perpecahan diantara kedua kubu pendukung. Berbagai macam bentuk perlawanan secara vulgar sudah terjadi, saling berhadapan dan memicu keributan di lapangan, saling menjelekkan, fitnah, berita hoak, membuka aib lawan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, tidak sesuai  dengan Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM. Calon DPD-RI Daerah Pemilihan Jawa Barat

“Pertarungan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019 berpotensi kembali memicu konflik horisontal yang cukup tajam di kalangan masyarakat,” tegasnya.

Namun, jika kedua kubu dapat bersatu, konflik tersebut kemungkinan dapat dihindari. Bahkan tidak mustahil jika Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersanding, maka mereka akan melawan kotak kosong di pilpres 2019 nanti.

Saat ini pertanyaannya adalah, apakah mungkin Jokowi dan Prabowo bersatu dalam Pilpres 2019 nanti? Jika benar-benar terjadi siapa yang menjadi Calon Presiden dan siapa pula yang jadi Calon Wakil Presiden?. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *