16 June 2019
  • 16 June 2019
Breaking News

Praktek kotor yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)

By on 19 March 2019 0 76 Views

JOMBANG, ROC – Praktek kotor yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang banyak menguasai proyek perencanaan dan pengawasan terus menuai kecaman keras dari berbagai kalangan masyarakat.

Komisi C DPRD Kabupaten Jombang , telah memanggil dua Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Jombang terkait praktek kotor yang dilakukan oleh oknum PNS sekaligus nyambi menjadi konsultan maupun broker. Banyak desakan kepada para Wakil Rakyat untuk melakukan investigasi secara kompleks terus bermunculan.

Salah satu Praktisi Hukum dan sekaligus sebagai Dosen Universitas Darul Ulum Jombang Solikhin Ruslie, mendesak kepada Komisi C DPRD Jombang menyikapi secara serius bahwa, ada enam nama ASN yang diungkap oleh sejumlah konsultan pengawas di Jombang. Ke enam nama tersebut masing-masing berinisial S, T, R, Dg, U dan Tm yang menjabat Kepala OPD. Oleh sebab itu praktek kotor ini merupakan pelanggaran berat yang termasuk dalam kategori tindak pidana korupsi.

“Oleh karena itu sebenarnya pelanggaran berat ini merupakan bagian dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme,” ujar Solikhin.

Solikhin mengatakan bahwa, DPRD sangat memiliki peran penting dalam pengawasan penggunaan anggaran oleh pihak eksekutif. Oleh sebab itu, kita mendesak agar para Wakil Rakyat untuk bertindak tegas memanggil dua instansi yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Jombang.

Langkah yang wajib dilakukan oleh DPRD, yaitu melakukan investigasi dengan menggali keterangan dari para konsultan pengawas yang ada di Jombang. Salah satunya dari konsultan yang paling senior Hasib Al Isbilly, yang beberapa waktu lalu secara lugas membongkar praktek kecurangan yang dialami para konsultan di Jombang selama beberapa tahun ini.

“Kalau serius mau menyelesaikan ya konfrontir saja dengan pihak Asosiasi. Jika enggan, atau jangan-jangan di dalam DPRD sendiri merupakan bagian dari yang mengkondisikan proyek atau bahkan tukang beli paketan. Maka dari itu perlu serius menangani persoalan ini, bukan hanya panggil saja tanpa pangkal ujungnya,” jelasnya.

Dari hasil investigasi ini kata Solikhin, para Wakil Rakyat bisa menentukan langkah selanjutnya atau memberikan rekomendasi kepada Bupati. Termasuk melaporkan kepada para penegak hukum, jika praktek adanya oknum ASN yang menguasai proyek perencanaan dan pengawasan di Pemerintah Kabupaten Jombang memang benar adanya.

“Dikonfrontir, asosiasi dipanggil juga secara bersamaan, DPRD hanya bertugas mengorek dan menggali serta kemudian menyimpulkannya. Kalau memang terbukti lalu rekomendasikan kepada Bupati untuk memberhentikan oknum ASN atau dimutasi agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini lagi,” tegasnya.

Konsultan senior Jombang , Hasib Al Isbilly dengan terang terangan membongkar praktek kecurangan yang dialami para konsultan selama beberapa tahun ini. Beliau menyebutkannya bahwa, salah satu contoh adanya praktek kotor ini yakni soal perencanaan penata Ruang Terbuka Hijau dan penataan Taman Kebon Rojo Jombang. Menurutnya, ada yang tidak beres dengan perencanaan dalam proyek tersebut.

Billy mengatakan bahwa, ia meminta untuk menelusuri siapa pemilik CV. RE, salah satu penyedia jasa konsultan yang cukup banyak mendapat pekerjaan di Jombang. CV. RE awalnya milik pengusaha penyedia jasa konsultan yang berdomisili di Wilayah Jombang Kota. Namun secara diam-diam CV ini kemudian dibeli oleh salah satu oknum ASN yang berinisial S. Sejak itu, seluruh proyek perencanaan di Pemerintah Kabupaten Jombang, dikuasai oleh CV. RE.

Kata Billy, hal itu terbongkar saat rapat di INKINDO ( Ikatan Nasional Konsultan Indonesia ). Ketika itu, salah satu anggota INKINDO yang berasal dari wilayah Kesamben protes kepada pemilik CV. RE, lantaran seluruh proyek di Pemerintahan Kabupaten Jombang ia kuasai. Akhirnya pemilik CV. RE menyampaikan kalau CV. RE sudah dibeli oleh ASN yang berinisial S.

Kata Billy, oknum ASN lainnya yang berinisial U. Kerap kali membawa konsultan luar daerah yang merupakan teman kulianya. Dengan cara seperti itu ( broker ), ia mendapatkan keuntungan karena menerima fee dari konsultan tersebut. Sehingga para konsultan yang ada di Jombang pada gigit jari semuanya karena tidak mendapatkan pekerjaan. Sebab, pengajuan mereka selalu terhalang oleh praktek kotor yang dilakukan oleh oknum tersebut. (HR/HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *