19 October 2019
  • 19 October 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Prabowo Dipuji SBY ‘Juara Demokrasi’, Yunarto: Tak Perlu Jadi Presiden untuk Dikenang

Prabowo Dipuji SBY ‘Juara Demokrasi’, Yunarto: Tak Perlu Jadi Presiden untuk Dikenang

By on 23 May 2019 0 72 Views

JAKARTA, ROC – Pujian yang diberikan Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) rupanya ditanggpi oleh Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Dalam pernyataannya lewat Yotube Demokrat TV, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) memuji calon presiden Prabowo Subianto yang akan menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

Pujian SBY kepada Prabowo Subainto ini adalah menyebut Prabowo adalah juara demokrasi atau ‘champion demokrasi’.

Pujian ini didasarkan karena Prabowo Subianto akhirnya mau melakukan proses hukum lewat gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Pak Prabowo, apa pun hasil dari gugatan Bapak ke Mahkamah Konstitusi nanti, sejarah akan mencatat Bapak sebagai seorang yang konstitusionalis serta seorang yang menghormati pranata hukum, juga ‘champion of democracy’, sebuah legacy yang akan dikenang dengan indahnya oleh generasi mendatang,” kata SBY, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Tak hanya itu, SBY juga merasa senang karena Prabowo Subianto menyerukan kepada para pendukungnya agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum, dan dalam menyampaikan pendapatnya di depan umum tetaplah dilaksanakan secara damai, berakhlak, dan konstitusional.

“Saya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga situasi aman damai dan tertib dapat terus dijaga meskipun ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat, termasuk aksi protes, tetap dibuka dan dijamin oleh negara,” kata SBY.

“Kuncinya adalah protes apa pun dapat dilakukan secara bertanggung jawab, tertib, dan damai,” tambahnya.

Saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa Rabu (22/5/2019) malam, Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya pun mengakui bahwa pertarungan Pilpres 2019 ini merupakan yang terbaik.

Hal tersebut mengacu pada banyaknya antusias masyarakat sejak dimulainya pengajuan paslon hingga tiba saatnya Pilpres 2019 pada 17 April 2019 silam.

Antusias masyarakat untuk mencoblos di Pilpres 2019 ini menurut Yunarto Wijaya melansir dari KPU melebihi target.

“Pertarungan politik 2 kali berturut-turut harus diakui pendidikan politik terbaik.

Tidak pernah ada dialog terbanyak yang melibatkan masyarakat di semua elemen.

Terbukti dengan partisipasi yang melebihi target KPU lebih dari 80 persen,” papar Yunarto Wijaya, dilansir dari laman Youtube Najwa Shihab yang dipublikasikan Kamis (23/52019).

Tak hanya itu, Yunarto Wijaya pun tak segan memuji Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo, Anda tidak perlu menjadi seorang presiden untuk dikenang. Kita akui bahwa tanpa Prabowo mungkin tidak akan Jokowi, Ahok ataupun Ridwan Kamil,” papar Yunarto Wijaya.

Namun Yunarto Wijaya menegaskan bahwa Prabowo Subianto harus mengakhiri pertarungannya dengan Jokowi melalu tinta emas.

“Tapi bagaimana akhir kisah pertarungan 2014 dan 2019 ini bisa dikenang lewat tinta emas bukan tinta hitam,” tambahnya. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *