19 February 2020
  • 19 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Polisi Sterilkan Gereja di Bandung, Aktivitas Ojol Dibatasi Saat Natal

Polisi Sterilkan Gereja di Bandung, Aktivitas Ojol Dibatasi Saat Natal

By on 24 December 2019 0 37 Views

ROC – Pihak kepolisian melakukan sterilisasi di sejumlah gereja untuk persiapan malam Natal. Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan tim penjinak bom (jibom) dari Brimob Polda Jawa Barat.

Dari pantauan, salah satu rumah ibadah yang dilakukan sterilisasi adalah katedral di Jalan Jawa, Kota Bandung. Polisi menyisir semua area gedung dari luar hingga dalam. Setiap sudut bangunan diperiksa menggunakan metal detector.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Widodo mengatakan sterilisasi dilakukan sesuai standar operasional untuk memastikan perayaan Natal berlangsung aman dan tanpa gangguan. Ini pun sebagai antisipasi adanya tindakan terorisme yang bisa membahayakan jemaat.

“Pengecekan meliputi ruangan kemudian lokasi-lokasi yang dipergunakan oleh jemaah maupun kepanitiaan yang lain. Juga lokasi-lokasi sekitar gereja,” kata dia di sela kegiatan pengamanan, Selasa (24/12/2019).

Selain itu, pihak kepolisian akan menempatkan anggotanya pada saat pelaksanaan Natal. Namun, jumlahnya akan menyesuaikan dengan kuantitas jemaah dan ukuran gereja.

“Gereja prioritas ada 12 dari 163 gereja yang harus kami laksanakan pengamanan. Semuanya kita sterilisasi sebagaimana SOP-nya kami punya kewajiban untuk melaksanakan itu,” terang dia.

Saat pelaksanaan, pihak kepolisian melakukan pengamanan dengan pola dua ring. Petugas penjaga akan melakukan pemeriksaan barang terhadap jemaat yang akan masuk ke dalam gereja.

“Kita kolaborasikan nanti kalau seandainya mungkin datangnya secara bersamaan dalam jumlah yang besar, kita bisa satu pintu saja tetapi bisa lebih fokus ke situ. Nah tentu, ini kami sampaikan juga kepada pengelola, kepanitiaan dan pengurus gereja, kita batasi aktivitas ojek online karena pengalaman kita kemaren di Medan bahwa pelaku itu menggunakan identitas dari ojek online,” terangnya.

“Di semua gereja sudah kami berikan imbauan bahwa aktivitas ojol transaksinya di luar pagar untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *