2 December 2020
  • 2 December 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Polisi Rekayasa Lalu Lintas Kembali, Terkait Unjuk Rasa di Depan Kedutaan Besar Prancis

Polisi Rekayasa Lalu Lintas Kembali, Terkait Unjuk Rasa di Depan Kedutaan Besar Prancis

By on 4 November 2020 0 75 Views

Ribuan warga berunjuk rasa sambil memegang poster yang mengutuk Presiden Prancis Emmanuel Macron di depan Kedutaan Besar Perancis, Jakarta Pusat, Indonesia, Senin, 2 November 2020.(AP)

ROC — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali melakukan rekayasa lalu lintas di depan Kedutaan Besar Prancis di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu siang, 4 November 2020 sehubungan dengan demonstrasi Aliansi Ormas Muslim Indonesia.

“Pengalihannya di Simpang Sarinah. Arus lalu lintas dari arah utara dibalikkan ke arah Jalan Sabang,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Rabu (4/11).

Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional berdasarkan jumlah massa demonstran. Dalam tuntutannya, massa mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh majalah Charlie Hebdo.

Pagi tadi, Jalan Thamrin menuju Bundaran HI sempat dibuka satu lajur saja. Namun siang ini seluruh jalur sudah ditutup karena adanya demonstrasi.

Berikut rekayasa lalu lintas tersebut : 

-Lalu lintas di Jalan Veteran Raya menuju Jalan Veteran Raya III ditutup
-Lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur menuju Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira
-Lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur
-Lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju Patung Kuda dibelokkan ke kiri ke Jalan Budi Kemuliaan
-Lalu lintas dari Jalan Abdul Muis ke Jalan Budi Kemuliaan diteruskan ke Jalan Abdul Muis
-Lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Museum ditutup
-Lalu lintas dari Jalan Suryopranoto ke arah Jalan Juanda dan Jalan Majapahit dibelokkan ke Jalan Gajah Mada
-Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda
-Lalu lintas dari Jalan Katedral menuju Jalan Veteran Raya dibelokkan ke kanan ke Jalan Pos
-Lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju arah Harmoni ditutup dan dibelokkan ke Jalan Tanah Abang II
-Lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju ke arah Bundaran HI ditutup dan dibelokkan ke Jalan KH Wahid Hasyim
-Lalu lintas dari Jalan KH Wahid Hasyim menuju Bundaran HI ditutup dan diluruskan ke Jalan LH Wahid Hasyim
-Lalu lintas dari Jalan KH Wahid Hasyim dari arah Tanah Abang dibelokkan ke Jalan MH Thamrin kemudian dibelokkan ke kanan dan ke kiri ke Jalan Kebon Sirih
-Lalu lintas dari Jalan H Agus Salim menuju Jalan Sunda ditutup dan diluruskan ke Jalan H Agus Salim arah Sabang.

Sebelumnya diberitakan, sekitar seribu Muslim yang berasal dari wilayah Jabodetabek telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Perancis di Jakarta, pada Senin (2/11).

Massa aksi yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak di Kedutaan Besar Perancis di Jakarta yang mengecam Presiden Emmanuel Macron karena dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad, menginjak-injak Foto Macron.

Salah satunya Umroh, yang juga telah melakukan pemboikotan terhadap sejumlah produk Perancis akibat pernyataan Makron.

“Umat Islam sedunia marah dengan Macron. Penghinaan ini bukan hanya sekali, tapi berkali-kali dan umat Islam selalu memaafkan. Kali ini tidak bisa memaafkan,” jelas Umroh dalam aksi unjuk rasa, Senin (2/11).

Umroh mendesak pemerintah Perancis untuk meminta maaf kepada umat Islam di dunia. Ia mengancam akan meneruskan kampanye boikot di media sosial dan tempat pengajian jika Macron tidak meminta maaf.

Umroh menuturkan mengetahui pernyataan-pernyataan Macron yang dinilai melecehkan nabi dari media sosial dan media mainstream di Indonesia.

Kecaman yang sama juga disampaikan peserta aksi lainnya Aris Munandar. Namun, Aris mengakui belum mendengarkan pernyataan Macron secara utuh. Ia hanya mengikuti informasi tentang Macron melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter.

“Berdalih kebebasan berekspresi mereka menghina karikatur Nabi Muhammad. Dan itu tidak bisa dibenarkan dengan dalih apapun,” jelas Aris.

Aris tidak membenarkan kekerasan yang terjadi di Perancis. Namun, ia menilai kekerasan tersebut muncul karena penghinaan yang dilakukan salah satu warga Perancis terhadap Nabi Muhammad. Aksi yang dihadiri muslim dari wilayah Jabodetabek tersebut berlangsung aman dari siang hingga sore hari. Polisi juga tidak melakukan pengamanan secara ketat terhadap massa aksi.

(red)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *