27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • PN Jakarta Utara Akan Tetap Konsisten Berikan Vonis Berkeadilan Bagi Novel Baswedan

PN Jakarta Utara Akan Tetap Konsisten Berikan Vonis Berkeadilan Bagi Novel Baswedan

By on 14 July 2020 0 121 Views

ROC – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, akan mengambil kebijakan dan keadilan tanpa intervensi dari mana pun secara independen dan konsisten dalam sidang kasus penyiraman air keras Novel Bawesdan yang dilakukan dua oknum polisi yaitu terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, pada Kamis (16/7) nanti.

“Putusan majelis hakim pimpinan Djuyamto SH MH dengan anggota Agus Darwanta SH dan Taufan Mandala SH MHum, benar-benar tanpa intervensi dari mana pun. Sebab, majelis hakim tersebut independen, konsisten dan menjunjung kemerdekaan profesinya (hakim). Dengan begitu diharapkan baik kedua terdakwa maupun saksi korban Novel Baswedan menerima vonis tersebut dengan rasa keadilan terpenuhi,” tegas Tumpalnuli SH.MH, Humas II P Utara, Selasa (14/7).

Tumpanuli Marbun mengingatkan jangan sampai ada kekhawatiran apalagi tudingan bahwa putusan bermuatan “sponsor”, kental nuansa politik apalagi putusan peradilan sandiwara. Meski hakim juga manusia, menurut Tumpanuli, sejak awal Ketua PN Jakarta Utara sudah mengkhawatirkan kemungkinan adanya “intrik-intrik” bakal mewarnai persidangan. Oleh karena itu, dipilih majelis hakim yang menanganinya yang betul-betul kuat menepiskan intervensi dari sisi mana pun datangnya.

Dia juga menjelaskan, ketua majelis hakim dan hakim anggota ditunjuk dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan kemungkinan bakal ada kecurigaan-kecurigaan intervensi pada putusan perkara yang mengundang banyak  perhatian masyarakat itu. Maka untuk menepis semua kemungkinan itu sejak awal persidangan dilakukan secara live streaming.

“Dengan begitu semua fakta-fakta yang terungkap selama persidangan direkam sebagaimana adanya. Itu pula yang membuat persidangan itu menjadi jauh dari rekayasa, pemutarbalikan fakta apalagi persidangan sandiwara sebagaimana ditudingkan,” ujarnya.

“Kalau masih ragu dengan penjelasan saya ini,  dapat dibuktikan dengan memutar kembali live streaming PN Jakarta Utara di Youtube,” tambahnya.

Tumpanuli juga menanggapi adanya upaya mengesankan majelis hakim tidak mau menggali dan mencari siapa dalang penyiraman tersebut. Menurut Humas II PN Jakarta Utara itu, majelis hakim tentu saja terikat dengan surat dakwaan jaksa yang diambil jaksa sendiri dari berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian. Pendapat ahli pun sudah optimal digali, bahkan majelis hakim telah  mencoba mengembangkan apa yang didakwakan jaksa terhadap kedua terdakwa tersebut.

“Tetapi perlu diingat semua pihak, majelis hakim terikat dengan surat dakwaan. Sesuai KUHAP pengejaran ke dalang atau aktor intelektual suatu kasus sepenuhnya tugas penyidik kepolisian. Majelis hakim sekali lagi terikat pada dakwaan, itu sesuai KUHAP,” tegas Tumpanuli.

Menurutnya, prinsip adil memang harus dimiliki setiap hakim atau majelis hakim, termasuk oleh majelis hakim yang diketuai Djuyamto. Sebab, keadilan itu termasuk keutamaan bagi majelis hakim dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Apalagi adil yang dianut itu bernurani, maka hakim atau majelis hakim tersebut diyakini dapat memberikan keadilan bagi siapa saja pencari keadilan, tak terkecuali Novel Baswedan. (Nico)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *