26 March 2019
  • 26 March 2019
Breaking News
  • Home
  • Uncategorized
  • Pilkada Majalengka: Pertarungan Dua Mantan Guru SD Melawan Guru Ngaji, Siapa Lebih Pintar?

Pilkada Majalengka: Pertarungan Dua Mantan Guru SD Melawan Guru Ngaji, Siapa Lebih Pintar?

By on 10 June 2018 0 39 Views

Politic Traveler, Episode: Pilkada Kabupaten Majalengka

Majalengka, (ROC) – Kabupaten Majalengka, adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat. Daerah yang luasnya sekitar 1.204 km persegi  dengan jumlah penduduk kurang lebih sekitar 1,2juta tersebut saat ini menjadi bahan perbincangan baik di dalam maupun luar negeri.

Bukan tanpa sebab, di Majalengka baru baru ini telah dibangun Bandar Udara Kertajati yang belum lama ini di resmikan oleh Presiden Jokowi. Selain itu, Majalengka terkenal dengan produksi genting yang berasal dari kecamatan Jatiwangi, dan yang tidak kalah populisnya, di Majalengka sendiri terdapat industry pembuatan Bola untuk gelaran Piala Dunia sejak tahun 2004 hingga saat ini.

Peta Kabupaten Majalengka

Tidak hanya disitu, saat ini di Kabupaten Majalengka sendiri akan berlangsung pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023, dimana tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati sudah resmi ditetapkan oleh KPUD Majalengka.

Sungguh unik memang, melihat dari profil masing-masing calon pemimpin daerah ini, yaitu Sanwasi dan Karna Sobahi pernah menyandang predikat sebagai mantan guru Sekolah Dasar, dan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Hanya Karna Sobahi yang merupakan petahana karena menjabat sebagai wakil Bupati Majalengka.

Uniknya lagi, muncul pesaing yang cukup populis dikalangan masyarakat, yaitu Maman Imanulhaq seorang Kyai Muda yang terakhir menjabat sebagai anggota DPR-RI ini, secara mengejutkan mencoba peruntungan di pilkada Majalengka, padahal sebelumnya digadang-gadang akan maju di Pilgub Jawa Barat.

Melihat dari track record ketiga paslon tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa untuk pilkada Majalengka tahun ini, masyarakat lebih memilih kepala daerah yang berlatar belakang seorang pendidik, baik itu formal maupun informal.

Salah satu Landscape di Kabupaten Majalengka

Team Redaksi Politik Traveler Republik Online mencoba untuk menelisik lebih dalam dan melakukan survei di kalangan masyarakat secara random di beberapa kecamatan. Sangat menarik sekali, kondisi pendukung di Majalengka seperti roller coaster, bisa naik elektabilitasnya, dan bisa secara tiba-tiba anjlok dalam hitungan hari.

Hasil survei Poltrav ROC, dari beberapa responden, terhitung saat bulan Februari hingga Maret, popularitas pasangan Maman-Jefry melesat dengan jumlah elektabilitas mencapai 95 persen, diikuti oleh pasangan Karna-Tarsono sebanyak 88 persen dan terakhir pasangan Sanwasi-Taufan sebanyak 85 persen.

Untuk partai pengusung sendiri, Maman-Jefry unggul perolehan jumlah kursi,di DPRD Majalengka, dimana  PKB, Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem mempunyai 19 kursi. Kemudian pasangan Karna Sobahi – Tarsono Mardiana diusung PDIP dengan 18 kursi sedangkan pasangan Sanwasi – Taufan Ansyar yang diusung Golkar, Demokrat dan PPP, mempunya jumlah 13 kursi.

Kantor KPUD Majalengka dijaga ketat aparat keamanan

Dalam konteks secara umum, tim poltrav dapat menyimpulkan bahwa, factor kemenangan paslon di Majalengka akan ditentukan oleh masyarakatnya sendiri, dimana para paslon bisa merebut hati masyarakat Majalengka, dimana rata-rata menginginkan perekonomian yang lebih layak, mengentaskan kemiskinan, membuka jalur usaha, pembangunan yang merata serta mengurangi jumlah pengangguran.

Lain pilkada Kabupaten Majalengka, lain juga dengan korelasi yang lebih luas, yaitu Pilgub Jawa Barat. Dari empat pasangan calon Gubernur Jawa Barat yaitu Emil-Uu, Tb Hasanuddin-Anton, Sudrajat-A Syaikhu, serta Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi, masyarakat Majalengka masih kental dengan urusan kedaerahan.

Tb. Hasanuddin-Anton Charliyan merupakan sosok yang didukung oleh berbagai elemen masyarakat, menempati urutan pertama dalam survei. Selain sebagai mantan militer dan polisi, pasangan tersebut dianggap tegas, berwibawa dan mengenal pelosok daerah Priangan, apalagi Tb. Hasanuddin merupakan putera daerah asli Majalengka, sehingga tidak salah kalua mendapatkan banyak dukungan.

Posisi kedua pasangan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi, dimana kedua pasangan tersebut dianggap sangat expert dalam jalur birokrat, dan kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Ketiga Ridwan-Uu, masyarakat Majalengka memilih beliau dikarenakan hanya orangnya populis dan muda, sedangkan Sudrajat-Syaikhu kurang popular di kalangan masyarakat, malahan ada beberapa responden yang menyebutkan tidak pernah mengetahui nama pasangan tersebut.

Pada intinya, konteks pemilihan kepala daerah baik Bupati-Wakil Bupati serta Gubernur dan Wakil Gubernur, di wilayah Kabupaten Majalengka, tentunya hasil akhir akan menjadi sebuah kejutan. Bias saja paslon yang tidak populis akan merangsek naik, atau bahkan sebaliknya. . (Tim Poltrav ROC)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *