10 December 2019
  • 10 December 2019
Breaking News

Petani Kentang Di Pasuruan Sangat Resah Karena Harga Anjlok

By on 6 April 2019 0 197 Views

PASURUAN, ROC – Kabupaten Pasuruan merupakan penghasil kentang dan menjelang panen raya harga kentang anjlok secara signifikan, sehingga membuat resah petani kentang yang ada di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Saat ini rata-rata harga jual kentang berkisar Rp. 3 ribu perkilogramnya, dan tidak sebanding dengan biaya tanam serta perawatan hingga panen. Padahal sebelumnya harga kentang per kilogramnya mencapai Rp. 9 ribu. Petani pun sangat berharap semoga ada solusinya sehingga harga kentang bisa kembali normal.

“Turunnya harga kentang ini sudah sebulan lebih. Entah apa yang menjadi kendalanya. Terutama Petani yang ada didesa Wonokitri sangat berharap dan tidak merugi,” ujar Sujayani petani Desa Wonokitri.

Dengan turunnya harga kentang ini, membuat biaya operasional untuk tanam serta pemeliharaan yang dikeluarkannya, tidak bisa tertutupi. Dan untuk menyiasatinya petani kentang terpaksa bibit kentang yang ditanam. Sehingga nantinya kerugian yang dialami tidak terlalu besar. “Siasat ini terpaksa dilakukan dari pada merugi,” kata Sujayani.

Kentang yang ditanam petani dalam kondisi yang bagus, namun konsumen yang membeli sangat sedikit. Akibatnya turun harga kentang itu. Sebenarnya, turunnya harga kentang tidak berlangsung drastis. “Awalnya tidak begitu dirasakan oleh petani, harga perkilogramnya berkisar Rp. 8 ribu terus Rp. 7 ribu,” ujar Sujayani.

Petani kentang yang bernama Sukaris menjelaskan bahwa, turunnya harga kentang ini tidak terlepas dari dampak musim panen raya. Akibatnya, komoditi kentang melimpah. Namun dari sisi lainnya, konsumen yang membeli kentang sangat menurun. “Rata-rata kentang yang ditanam jenisnya Granola. Sedangkan mayoritas warga yang di Kecamatan Tosari ini menjual kentangnya melalui para tengkulak,” ungkap Sukaris.

Sedangkan Camat Tosari, Taufiqul Ghoni membenarkan bahwa anjloknya harga kentang. Kondisi ini memang hampir sering terjadi saat panen raya. Sebetulnya, tidak mempengaruhi semangat para petani. Dikarenakan mereka memiliki keyakinan bahwa harga akan naik saat panen berikutnya. “Biasanya sekitar 4 bulan lagi harga akan stabil, sekitar Rp. 5 ribu per kilogramnya,” jelas Camat Tosari. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *