17 September 2019
  • 17 September 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Karawang, 189 Orang Diduga Tewas

Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Karawang, 189 Orang Diduga Tewas

By on 29 October 2018 0 217 Views

Jakarta, ROC – Pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat itu jatuh di perairan dekat daerah Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi.

“Saat ini kami masih dalam proses pencarian untuk koordinasi lebih lanjut,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro seperti dilansir dari Kompas.com.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kejadian persis dugaan kehilangan kontak itu, Danang belum bersedia memberi penjelasan lebih lanjut. Danang juga belum mengungkapkan sejak kapan pencarian terhadap informasi tersebut mereka lakukan.

Pihak AirNav Indonesia juga mengaku bahwa pihaknya sudah menerima laporan pesawat Lion Air JT-610 hilang kontak. Pesawat tersebut lepas landas pukul 06.10 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Bandara Depati Amir di Pangkal-Pinang, Bangka Belitung.

“Betul. Ini lagi kami cek, tapi kami lagi lapor ke tim SAR juga,” kata Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait.

Berdasarkan jadwal yang seharusnya, pesawat sudah mendarat di tujuan sekitar pukul 07.20 WIB. Namun, hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut dari pesawat tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai titik persis di mana pesawatnya hilang kontak, Yohanes mengungkapkan masih menghimpun informasi tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab hilangnya kontak serta apa yang terjadi terhadap pesawat tersebut berikut dengan seluruh penumpangnya.

Pihak Basarnas memastikan pesawat Lion Air JT 610. Sebelumnya, pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu sempat hilang kontak. “Sudah dipastikan jatuh,” kata Humas Basarnas Yusuf Latif.

Menurut dia, pesawat itu jatuh di perairan dekat daerah Karawang, Jawa Barat.

“Di daerah Karawang, jumlah penumpang belum diketahui,” tambahnya. Pesawat Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

Badan SAR Nasional menemukan puing-puing, perlengkapan, dan potongan tubuh manusia yang diduga terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Laut Jawa,

Hingga kini, proses evakuasi masih dilakukan tim Basarnas. “Ada puing-puing pesawat, pelampung, hp, dan ada beberapa potongan tubuh,” ujar Ketua Basarnas M. Syaugi dalam jumpa pers di kantor Basarnas,

Menurut Syaugi, lokasi ditemukannya puing hingga potongan tubuh itu hanya berjarak 2 nautical mile dari titik koordinat yang diberikan menara Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta kepada Basarnas. Titik koordinat yang diberikan menara ATC itu adalah terakhir kalinya kontak dilakukan dengan pesawat.

Diketahui, pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20. Namun, tak lama kemudian, pesawat hilang kontak setelah sempat meminta kembali ke bandara karena ada gangguan teknis.

Data yang dihimpun, jumlah penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh setelah lepas landas sebanyak 189 orang. Jumlah penumpang tersebut berasal dari manifes yang dikirimkan pihak Lion Air ke kantor Basarnas, dengan rincian 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 kru. (Red/Kompas)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *