22 April 2021
  • 22 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pertanyakan Tujuan Perpres Investasi Miras, Refly Harun: Apakah Sekadar Uang?

Pertanyakan Tujuan Perpres Investasi Miras, Refly Harun: Apakah Sekadar Uang?

By on 2 March 2021 0 52 Views

Ket gbr: Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mempertanyakan untuk apa Perpres investasi miras. Foto: ss/Youtube Refly Harun.

ROC – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti isu berkembang terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Februari 2021 lalu.

Kebijakan perizinan investasi bagi industri minuman keras (miras) itu diketahui diarahkan pada empat provinsi, seperti Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.

“Jadi apa yang ingin dicapai dengan itu? apakah sekedar uang,” katanya, dikutip dari kanal Youtube Refly Harun, Selasa (2/3).

Sebab tidak mungkin juga pemerintah mengambil kebijakan tersebut untuk membuat bangsa Indonesia menjadi peminum minuman keras (miras) tersebut.

“Atau lebih dari sekedar itu, yaitu membuat bangsa kita barangkali suka dengan minuman keras? Kan tidak begitu logikanya,” kata Refly Harun.

Namun jika pun memang kebijakan tersebut diambil untuk tujuan mendapatkan uang, Refly Harun menganggapnya sebagai hal yang luar biasa.

Menurutnya tindakan seperti itu seolah-olah mencerminkan ketidak pedulian untuk mengambil keuntungan tanpa memilah dari sumber yang seperti apa.

“Jadi kalau logikanya semata-mata demi uang, wah luar biasa ya, akhirnya kita mau melakukan apa saja yang penting uang masuk,” kata Refly Harun.

Lebih jauh menurutnya seharusnya pemerintah dapat mencari cara lain dalam mengambil keuntungan tanpa harus mengorbankan hal yang jauh lebih berharga seperti masa depan bangsa, daripada sekedar sedikit uang yang didapat.

“Ada cara yang lebih baik untuk mencari katakanlah pemasukkan, ketimbag dalam tanda kutip harus menjual diri, menjual keyakinan, menjual kebenaran, menjual masa depan dan lain sebagainya,” kata Refly Harun.

Karena itu ia menyatakan diri ikut menolak terhadap kebijakan investasi miras yang ada saat ini.

Dalam pernyataannya ia setuju dengan penolakan yang dikemukakan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) terhadap Perpres tersebut.

Termasuk pernyataan keras sikap menolak dari Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid yang menyebut bahwa kebijakan itu bertentangan dengan Pancasila, serta mengatakan bahwa bangsa Indonesia bukan merupakan bangsa pemabuk.

“Investasi miras, saya setuju dengan Wakil Ketua MPR, setuju juga dengan Habib Rizieq, bahwa kita harus tolak investasi miras tersebut.” ujar Refly Harun.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *