7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Pertamina Kini Mampu Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Kapal

Pertamina Kini Mampu Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Kapal

By on 20 December 2019 0 233 Views

Jakarta, ROC – PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) III Plaju meluncurkan Bahan Bakar Kapal/ Marine Fuel Oil (MFO) Sulfur rendah 180 cSt (centistockes). MFO tersebut akan disalurkan perdana dari Kilang Plaju sebesar 7.000 Kiloliter (KL) melalui MT Medelin Expo menuju supply point STS Balikpapan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menjelaskan RU III Plaju ini akan memproduksi MFO 180 cSt sebanyak 380.000 KL per tahun atau kurang lebih 200.000 barel per bulan.

MFO dengan kandungan sulfur maksimal 0,5 persen mass by mass (m/m) ini merupakan salah satu upaya perusahaan menyediakan bahan bakar kapal yang sesuai dengan mandatori International Maritime Organization (IMO), mengenai bahan bakar kapal dengan kadar sulfur maksimal 0,5 persen wt yang berlaku mulai 1 Januari 2020.

“Pertamina terus mengupayakan terobosan dan inovasi produk untuk mendukung program pemerintah,” kata Fajriyah, di Jakarta, Jumat (20/12).

Fajriyah menambahkan, penyediaan BBM ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 29 tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim dikarenakan kadar sulfur pada bahan bakar kapal.

“Selain untuk memenuhi regulasi nasional dan internasional, dengan produksi MFO Sulfur rendah 180 cSt, Kilang Plaju dapat memberikan potensi peningkatan margin pada unit operasi,” imbuhnya.

Produksi bahan bakar MFO Sulfur rendah dari Kilang Plaju tentu juga berdampak pada pengendalian angka impor BBM. Diharapkan hal ini ikut mendukung stabilitas nilai Rupiah dan menghemat devisa negara.

Melalui program ini, Pertamina akan terus berupaya menjamin ketahanan stok BBM ramah lingkungan di pasaran. Saat ini produksi bahan bakar kapal MFO Sulfur rendah 180 cSt dapat dipenuhi 200.000 barel per bulan dari Pertamina RU III Plaju dan akan dilakukan optimasi kembali untuk memproduksi hingga 300.000 per bulan.‎

Ini Keuntungan Gunakan Solar Pertamina Dex Cs untuk Kendaraan

Berbagai komunitas otomotif menyarankan pemilik kendaraan bermesin diesel untuk memakai solar berkualitas. Sebab, spesifikasi mesin keluaran terbaru memang disesuaikan dengan BBM berkualitas, seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

“Sejak tahun 2016, ada anjuran dari pabrik mobil untuk menggunakan BBM berkualitas. Jadi kebanyakan pasti menggunakan Pertamina Dex atau minimal Dexlite,” kata Ketua Umum Pajero Indonesia One (PI1), Wahyu Hariadi dikutip Antara, Jakarta, Selasa (22/10).

Menurut dia, solar berkualitas seperti Dexlite dan Pertamina Dex memang sudah dirancang untuk kendaraan bermotor bermesin diesel keluaran terbaru. Karena itulah, kendaraan bermotor akan secara otomatis mengeluarkan penanda apabila bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan.

“Check engine akan otomatis menyala ketika diisi dengan bahwa bakar kualitas rendah,” kata Wahyu.

Sebagaimana rekomendasi pabrikan, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas memang sangat dirasakan manfaatnya, tambahnya, terlebih ketika sedang melakukan perjalanan jarak jauh.

“Jika menggunakan bahan bakar yang tidak berkualitas, maka filter solar akan jadi lebih sering bermasalah. Pembuangan asap kendaraan juga akan jadi hitam pekat seperti metromini karena pembakarannya yang tidak sempurna,” kata dia.

Bahkan untuk penggunaan dalam kota pun, penggunaan solar berkualitas juga dapat menghemat pengeluaran.

Wahyu mengungkapkan untuk perjalanan dalam kota sekali mengisi kendaraan dengan Pertamina Dex, dirinya bisa menggunakan kendaraan selama 4-5 hari. Sebaliknya dengan bahan bakar yang lebih rendah, mobil hanya bisa digunakan selama 3 hari.

“Jadi, harga Pertamina Dex memang relative lebih tinggi. Tetapi overall, efisiensi kendaraan jadi lebih bagus. Mobil jadi lebih ekonomis,”ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Chapter Palembang Innova Community Adrian Perdana Putra, bahwa sesuai anjuran industri otomotif, memang terdapat perbedaan performa Innova bermesin diesel, antara yang memakai solar subsidi dan solar berkualitas, minimal Dexlite.

Jika menggunakan solar kualitas rendah, misalnya, maka terdapat jeda yang cukup lama antara penginjakan pedal gas dan majunya kendaraan. Sebaliknya, gangguan semacam itu tidak akan terjadi pada mesin yang menggunakan solar berkualitas.

Adrian juga menyebutkan bahwa suara kendaraan juga akan lebih halus dan stabil jika menggunakan bahan bakar berkualitas. Selain itu, bahan bakar berkualitas disebut lebih ramah lingkungan. Asap pembuangan tidak terlalu pekat jika menggunakan bahan bakar berkualitas.

Sementara terkait nilai ekonomis solar berkualitas, menurut dia, solar berkualitas juga lebih hemat. “Dengan menggunakan Dexlite, rata-rata bisa menghemat hingga 1-2 km dibandingkan menggunakan Biosolar,” ujarnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *