30 November 2020
  • 30 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pernah Jadi Tempat Elma Theana ikuti Ajaran Sesat, Begini Situasi Bekas Padepokan Gatot Brajamusti Sekarang

Pernah Jadi Tempat Elma Theana ikuti Ajaran Sesat, Begini Situasi Bekas Padepokan Gatot Brajamusti Sekarang

By on 12 November 2020 0 92 Views

Lama Terbengkalai, Begini Penampakan Bekas Padepokan Gatot Brajamusti yang Ditumbuhi Rumput dan Pohon Besar, Warga Sekitar Takut Mendekat. (TribunStyle)

ROC – Meninggalnya Gatot Brajamusti pada 8 November 2020 lalu, membuat publik kembali teringat atas padepokan miliknya yang sempat viral beberapa tahun silam.

Padepokan ini terletak di Jalan Cikiray, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, pernah didatangi polisi, karena sejumlah kasus yang pernah menjeratnya.

Tidak hanya itu, dua selebriti, Elma Theana dan Reza Artamevia diketahui pernah tinggal di padepokan itu dan menjadi bagian dari masa lalu mereka yang kelam.

Diketahui Elma Theana pernah berseteru dengan keluarganya ketika akan mendalami ilmu agama di padepokan ini.

Perseteruan ini terjadi lantaran pihak keluarga menentang Elma Theana mendalami ilmu agama di padepokan tersebut dan menyebutnya ajaran sesat.

Masalah semakin rumit kala Elma Theana menganggap tak ada satu orang pun yang mendukungnya mendalami agama bersama Gatot Brajamusti.

Peringatan macam apapun yang keluar dari mulut keluarga dan kerabatnya hanya lewat begitu saja di telinga Elma Theana. Ia bahkan menganggap pihak keluarga tak tahu apa-apa soal Gatot Brajamusti dan padepokannya.

Hingga akhirnya padepokan Gatot Brajamusti tempat Elma Theana selama ini mendalami ilmu agama terbukti menyebarkan ajaran sesat.

Gatot Brajamusti pun diringkus oleh pihak kepolisian. Ia terbukti bersalah karena telah menipu dan membujuk seorang anak di bawah umur agar mau melakukan persetubuhan dengannya.

Tak hanya itu, Gatot Brajamusti juga dijerat dengan akumulasi 3 kasus kriminal yaitu kasus kepemilikan narkoba, kasus asusila, dan kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar yang dilindungi.

Dilansir dari berbagai sumber, pada akhir tahun 2011, Elma Theana akhirnya memutuskan untuk keluar dari padepokan tersebut. Perlahan tapi pasti, Elma Theana pun mengakui kesalahannya bisa terperosok ajaran sesat seperti itu.

Elma Theana mengaku bahwa perceraian adalah awal dari mengapa dirinya bisa terjerat dalam ajaran sesat selama 9 tahun.

Pada awal perceraiannya dengan mantan suami, Elma Theana mengaku dirinya mengalami depresi dan syok berat. Lebih parahnya lagi, disaat seperti itu tak ada satu pun anggota keluarga yang mendukungnya.

“Jadi awalnya itu, pertama kali itu karena kasus perceraian. Aku waktu itu syok banget, stress banget,” Elma Theana.

“Lagi downnya mustinya kan waktu itu kita ke keluarga ya, tapi waktu itu keluarga juga sempet menyerang aku semuanya,” tambahnya.

Pertolongan dari Gatot Brajamusti-lah yang membuat Elma Theana mendadak bergantung padanya. Elma mengakui memang beberapa kali dia merasa ada yang salah dari hal-hal yang diajarkan Gatot Brajamusti kepadanya.

Namun lantaran saat itu hatinya tengah gundah dan tertutup, ia pun terlena dan tak mau tahu sama sekali bak orang bodoh.

“Ya maklum ya, mungkin pada saat itu aku kurang kuat iman dan agamanya, mungkin pada saat itu saya orang bodohlah, akhirnya percaya aja gitu ya,” ungkapnya.

Bahkan saking tertutupnya hati dan pikirannya, Elma mau saja disuruh mengkonsumsi Aspat. Aspat sendiri adalah jenis makanan yang dipercaya oleh anggota padepokan Gatot Brajamusti sebagai makanan jin. Padahal kenyataanya, Aspat adalah narkotika jenis sabu yang namanya disamarkan.

Elma Theana yang saat itu terlena, percaya saja bila mengkonsumsi Aspat itu membuatnya beribadah bersama dengan jin.

“Pokoknya selama saya disana memang ada pengajian ibadah dan macem-macem. Jadi gini, beliau ini disamping kita bisa berkonsultasi, dia bilang dia punya ilmu. Nah, salah satu yang dikenalkan itu ya Aspat. Iya aspat itu makanan jin, aku bertanya kenapa kita harus makan makanan jin itu. Ya, maksudnya supaya kita diperkenalkanlah untuk ya itu tadi sama-sama beribadahnya (dengan jin),” jelas Elma Theana penuh penyesalan.

Sejak ditinggalkan oleh Gatot Brajamusti, padepokan tersebut sempat tak terawat. Bahkan kondisi bangunan bekas padepokan tersebut juga sempat membuat warga takut lantaran tak berpenghuni.

Agi Aldiansyah (28) warga Desa Sukamanah mengisahkan, bangunan tersebut mulai disebut Padepokan karena banyak didatangi beberapa orang.

Namun ia tidak mengetahui secara persis terkait kedatangan sejumlah warga dari luar Sukabumi itu.

“Kalau yang saya dengar bangunan tersebut sudah lama dijual sama almarhum. Dan sebelum dijual keluarga maupun Aa Gatot sudah lama tidak pernah ke rumahnya yang besar itu,” kata Agi Aldiansyah (28) saat diwawancarai tidak jauh dari bekas Padepokan Gatot Brajamusti, Senin (9/11) lalu.

Bangunan bekas peninggalan Gatot Brajamusti itu sempat membuat sejumlah pelayat yang mendatangi rumah duka menoleh ke bangunan yang diduga sering digunakan melakukan berbagai kegiatan spiritual.

Sebelum ada plang Yayasan Adzkia Damiri Rumah Quran Adzkia, bangunan itu ditutupi rumput yang tidak terawat dan beberapa pohon besar mengelingi bangunan bercat warna putih itu.

“Sebelum diisi yayasan sejak lima tahun lalu, bangunan itu kalau malam hari sangat menakutkan, karena banyak pohon besar, tidak ada penerangan dan tidak terawat, namun kini sudah diisi orang lain, sudah tidak menyeramkan,” kata Agi

Banguan yang menyeramkan itu sudah tidak terlihat menakutkan lagi bagi warga sekitar. Beberapa kendaraan juga terlihat keluar masuk bangunan bekas padepokan almarhum Gatot Brajamusti itu.

Kini bangunan luas dengan pagar dinding setinggi 2 meter tersebut telah menjadi sebuah Yayasan bernama Adzkia Damiri dan namanya terpampang di depan bangunan yang dulunya sempat dikabar menjadi tempat spriritual Gatot Bramajusti dengan muridnya.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *