23 October 2020
  • 23 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Perkuat Kerja Sama dengan Sinovac Win to Win, Erick Thohir Sebut Bio Farma Bukan Tukang Jahit

Perkuat Kerja Sama dengan Sinovac Win to Win, Erick Thohir Sebut Bio Farma Bukan Tukang Jahit

By on 23 August 2020 0 107 Views

Ket.gbr: Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir saat bertemu Menlu China Wang Yi di Sanya, Hainan, membahas sejumlah kerja sama.

ROC — Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir bertolak ke China menemui Menlu China Wang Yi di Sanya, Hainan untuk membahas sejumlah kerja sama, diantaranya mengenai vaksin Corona hingga perekonomian.

Erick menegaskan kunjungan mereka untuk memperkuat hubungan baik ekonomi dan kesehatan dengan China. Diantaranya menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

“BUMN sudah melakukan transformasi yang luar biasa dalam 10 bulan terakhir. Salah satunya, bagaimana negara besar seperti Indonesia memiliki ketahanan kesehatan,” kata Erik saat melakukan konferensi pers dengan media, pada Kamis (20/8) baru-baru ini.

Dalam kunjungan ini, Erick dan Menlu Retno ingin memastikan transformasi industri kesehatan Indonesia berjalan dengan baik.

Tidak hanya akan menyepakati komitmen ketersediaan supply bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin yang akan dimulai pada November 2020 hingga Maret 2021 yang akan datang.

Erick juga memastikan akan ada pertukaran pengetahuan dan pertukaran teknologi antara Bio Farma dan dengan Sinovac.

“Biofarma bekerjasama dengan Sinovac merupakan sebuah kerja sama win to win, bio farma bukan tukang jahit,” kata Erick.

Begitu pula ketika melakukan pertemuan dengan perusahaan CanSino dan Sinofarm. Kedua menteri memastikan akan ada pertukaran pengetahuan dan teknologi antar kedua negara.

“Kita ingin memastikan transfer teknologi itu, bukan hanya sekedar beli,” kata Erick.

Erick, yang juga ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, berharap Indonesia bisa segera bangkit dan terbebas dari pandemi Covid-19, sesuai dengan timeline yang sudah dipastikan.

Salah satunya terkait dengan diadakannya imunisasi massal Covid-19 agar bisa segera dilakukan awal tahun 2021.

Soal infrastruktur dan logistik, kedua negara juga sepakat akan melakukan transformasi di logistic.

Erick ingin memastikan logistik Indonesia bisa lebih kompetitif, sehingga menurutnya perlu banyak hal yang harus didiskusikan dengan pemerintahan negeri tirai bambu tersebut.

“Tidak hanya kereta api, tapi juga jalan tol pelabuhan dan lain-lain. Supaya ekonomi kita lebih kompetitif,” kata Erick

“Belajar dari covid, kita memiliki keunggulan sebagai NKRI, tidak hanya market yang besar, tapi juga sumber alam yang baik. Tinggal bagaimana logistik dan teknologi kita bisa terjadi reformasi yang secara berskala besar. Bismillah mudah-mudahan hasilnya baik,” pungkas Erick. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *