20 July 2019
  • 20 July 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Peringati Hari Tani Nasional, Suharno: Jabar Potensi Kedaulatan Pangan Nasional

Peringati Hari Tani Nasional, Suharno: Jabar Potensi Kedaulatan Pangan Nasional

By on 24 September 2018 0 124 Views

Bandung, ROC – Hari Tani Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 September merupakan salah satu kebijakan Presiden Soekarno sebagai bentuk apresiasi terhadap semua jasa yang dilakukan para petani Indonesia. Pada masa itu, Presiden Soekarno membuat Undang-Undang Agraria dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani nasional dan menghentikan sistem politik hukum Agraria kolonisme.

Pada hari tani 2018 ini, Calon Anggota DPD RI Dapil Jawa Barat, Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM menyoroti tentang peningkatan produksi beras dalam rangka mendukung swasembada pangan, walaupun kondisi lahan pertanian di Jawa Barat semakin berkurang.

“Jawa Barat merupakan salah satu daerah sentra penghasil beras. Meski lahan tani di Jabar kini semakin berkurang, namun tingkat produksi beras masih dalam tahap aman,” ujar Suharno di Dago, Bandung (14/9).

Beliau menyebutkan,  luas baku lahan pertanian di Jawa Barat mencapai 2.768.414 hektare yang terdiri atas sawah seluas 929.094 hektare dan pertanian bukan sawah 1.839.320 hektare.

Dari luas tersebut, kata Insinyur lulusan Intitut Pertanian Bogor ini, Jawa Barat menjadi salah satu penyokong penyaluran pangan ke berbagai daerah. Hal ini diklaimnya menjadi potensi besar kedaulatan pangan secara nasional.

Per tahun, Jawa Barat memproduksi padi hingga 12.149.513 ton gabah kering giling. Sementara, produksi jagung 1.534.612 ton.

“Dengan jumlah tersebut padi, berkontribusi 15,35 persen dan jagung 6,62 persen terhadap pangan nasional. Sementara, produksi kedelai mencapai 91.988 ton biji kering, atau berkontribusi 7,11 persen terhadap nasional,” katanya.

Melihat besarnya kontribusi hasil produksi beberapa komoditas, Suharno yakin ke depan Jawa Barat dapat melakukan swasembada pangan. Serta, mendorong terciptanya kedaulatan pangan nasional.

“Produktivitas padi di Jawa Barat diproyeksi masih bisa memenuhi kebutuhan rata-rata konsumsi masyarakat. Setiap tahun, wilayah ini konsisten menghasilkan 12,5 juta ton dari sekitar 900.000 lahan produktif,” paparnya

Menurutnya, saat ini Jabar mempunyai 920.000 hektare sawah yang tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Indramayu, Kabupaten Bandung, Tasikmalaya dan Garut sebagai lumbung padi. Meskipun diakui ada alih fungsi lahan produktif namun tidak sampai mempengaruhi produktivitas padi.

“Pengurangan lahan itu masih diambang normal. Dalam 3 tahun terakhir sudah ada sekitar 1.000 hektare lahan produktif yang berubah.” Katanya.

Persoalan ini, lanjut Suharno dapat diakali dengan menggenjot program pertanian pangan berkelanjutan, yakni dengan strategi peningkatan produksi agar tetap di kisaran 12,5 juta ton per tahun.

Suharno menuturkan bahwa sebanyak 80 persen sawah Jabar, ada di kawasan utara. Akan tetapi, indeks pertanamannya (IP) lebih rendah dari kawasan selatan. IP-nya hanya 1,8 sedangkan kawasan selatan IP-nya mencapai 2,8.

“Maka dalam satu tahun kita targetkan mudah-mudahan panen di Jabar itu ada kenaikan. Kalau kawasan utara naik 2,8 (IP) maka produksi akan naik, selatan pun baiknya naik 3, sehingga kedepan Jabar berpotensi berkedaulatan pangan dan Jawa Barat hebat,” harapnya. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *