1 June 2020
  • 1 June 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Perempuan Berusia 31 Tahun, Pasien Pertama Positif Corona di Cilegon

Perempuan Berusia 31 Tahun, Pasien Pertama Positif Corona di Cilegon

By on 29 April 2020 0 81 Views

Ket.gbr: Pemkot Cilegon Umumkan pasien pertama di Cilegon

Cilegon, ROC — Seorang pasien di Cilegon dipastikan terpapar virus Corona atau Covid-19. Pasien diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 31 tahun. Pasien sebelumnya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) sejak 23 April 2020 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Pemkot Cilegon, melalui video conference, yang hari ini resmi mengumumkan seorang warganya yang positif terinfeksi virus Corona, Rabu (29/4).

Warga yang diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 31 tahun ini, merupakan warga Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Cilegon.

“Terkait dengan adanya informasi orang dalam pemantauan atau ODP yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yang bersangkutan betul adalah warga Kota Cilegon, perempuam berusia 31 tahun,” kata Jubir Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade kepada wartawan, Rabu (29/4).

Pasien diketahui tinggal di rumah kontrakan di Tangerang. Sebelum pulang ke rumah orang tuanya di Cilegon. Pasien menderita demam dan diketahui memiliki penyakit autoimun.

“Yang berangkutan mengontrak rumah di Tangerang bersama suaminya yang memang bekerja di Tangerang,” katanya.

Warga Cilegon itu diketahui positif setelah diambil swab/PCR. Hasilnya, ODP tersebut positif Covid-19. Padahal rapid test yang dilakukan pemerintah terhadap pasien hasilnya non reaktif.

Berikut riwayat perjalanan pasien positif Corona:

10 April

Perempuan berusia 31 tahun itu pulang ke Cilegon karena mengalami demam. Pasien kemudian berobat ke klinik Bapelkes KS di Cilegon.

20 April

Pasien berobat ke rumah sakit Krakatau Medika karena demamnya tak kunjung sembuh.

23 April

Pasien masih demam dan kembali berobat ke RSKM. Pasien berinisiatif untuk rapid test namun hasilnya no ln reaktif atau negatif. Pemerintah kemudian memasukkan yang bersangkutan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Pasien kemudian diambil swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR. Sampel itu dibawa ke laboratorium Kimia Farma di Jakarta.

28 April

Hasil pemeriksaan PCR keluar dan pasien dinyatakan positif COVID-19. Pasca dinyatakan positif, pasien kemudian dirujuk ke RSU Banten.

Pemerintah masih melakukan contact tracking siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif Corona pertama di Cilegon.(red)

 

👉terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *