26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Peningkatan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang Tambah 1.024 Orang, Ini Antisipasi Gubernur DKI Jakarta

Peningkatan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang Tambah 1.024 Orang, Ini Antisipasi Gubernur DKI Jakarta

By on 2 November 2020 0 82 Views

ROC – Setelah libur panjang, pasien Covid-19 di Jakarta tembus lagi di angka seribu. Pemerintah DKI Jakarta mencatat pasien positif corona hari ini bertambah 1.024 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia menjelaskan, angka itu terdiri dari 620 kasus yang baru dites hari ini. Sementara sisanya adalah data tujuh hari terakhir yang baru dilaporkan.

“Total penambahan kasus positif sebanyak 1.024 kasus lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 404 kasus dari dua laboratorium rumah sakit swasta tujuh hari terakhir yang baru dilaporkan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/10).

Dwi memaparkan, hari ini pihaknya mengecek tes swab PCR terhadap 5.121 spesimen. Dari angka itu, 4.199 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru. Hasilnya, 620 orang didapati positif Covid-19 dan 3.579 negatif.

Dengan begitu, total akumulatif pasien corona Ibu Kota menjadi 107.229 orang. Dwi memaparkan, 9.062 orang masih dirawat atau menjalani isolasi. Kasus aktif Covid-19 berkurang 51 ketimbang kemarin.

Kemudian 2.291 orang meninggal dan 95.876 sembuh. Pemerintah DKI mencatat persentase kematian mencapai 2,1 persen dan kesembuhan 89,4 persen.

Walau begitu, persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir masih tinggi, yaitu 9,9 persen. “Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3 persen,” ucap Dwi.

Padahal, World Health Organization (WHO) mematok standar agar positivity rate Covid-19 tak lebih dari 5 persen.

Jumlah kasus Covid-19 Jakarta tampak menurun belakangan ini. Penambahan kasus harian tak lagi tembus seribu orang, tapi berbeda dengan hari ini.

Gubernur DKI Anies Baswedan sempat mengkhawatirkan soal lonjakan kasus positif Covid-19 setelah liburan panjang.

Antisipasi Penambahan Kasus, Yang Bergejala Lapor Puskesmas

Anies Baswedan menyatakan telah mengantisipasi potensi lonjakan kasus penularan Covid-19 usai libur panjang akhir Oktober 2020. Libur panjang dimulai sejak 29 Oktober hingga 1 November 2020.

Ia kemudian meminta warga Jakarta yang mengalami gejala Covid-19 setelah liburan untuk segera melapor ke Puskesmas terdekat.

“Kami dari sebelum liburan sudah meminta gugus tugas RW untuk mengabarkan warga bila habis berpergian atau liburan dan mengalami gejala segera ke puskesmas untuk dilakukan observasi,” kata Anies di Balai Kota DKI, Selasa (2/10).

Anies menuturkan bagi warganya yang bergejala Covid-19 diharapkan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk diperiksa sebagai upaya deteksi awal. Menurut Anies, libur panjang berpotensi meningkatkan kasus penularan Covid-19.

Berkaca pada libur panjang Agustus lalu, kata dia, peningkatan kasus terjadi setelahnya. Penularan Covid-19 melambung pada September kemarin, hingga Pemerintah DKI memutuskan menarik rem darurat dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Transisi kembali.

“Libur panjang Agustus terjadi lonjakan kasus. Itu yang kami antisipasi,” ujarnya. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *