16 July 2019
  • 16 July 2019
Breaking News
  • Home
  • Pemilu 2019
  • Pengeluaran Terbesar Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 Ratusan Miliar

Pengeluaran Terbesar Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 Ratusan Miliar

By on 6 May 2019 0 59 Views

PILPRES, ROC –  Setelah Pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta Penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Capres-cawapres Joko Widodo ( Jokowi)- Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Kedua pasangan itu melaporkan dana kampanye pada Kamis (2/5) pekan lalu oleh tim sukses masing-masing. Dana kampanye yang dilaporkan kubu Jokowi-Maruf sebesar Rp Rp 606 miliar, sedangkan Prabowo-Sandi senilai Rp 213 miliar. Dari dana sebesar itu, apa saja pengeluaran capres Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019?

Kubu Prabowo Subianto- Sandiaga Uno melaporkan dana kampanye ke KPU. Dana penerimaan Prabowo-Sandi sebesar Rp 213,2 miliar.

Penerimaan terbesar dana kampanye berasal dari Sandiaga Uno yakni sekitar 60 persen. Sementara Prabowo hanya sekitar 55-45 persen. Selain itu dana kampanye berasal dari sumbangan perseorangan dan partai politik.”Dari segi penerimaan yang paling besar adalah pasangan calon, dalam hal ini nominalnya adalah Rp 192,5 miliar.

Setelah itu ada sumbangan perseorangan, ini banyak dari masyarakat, kami berterimakasih sekali kepada masyarakat-masyarakat yang sudah membantu, total adalah Rp 9,3 miliar. Sumbangan kelompok di Rp 1,1 miliar dan partai politik Rp 4,8 miliar,” jelas Bendahara Umum BPN Thomas Djiwandono.

Dari total penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandi sebesar Rp 213 miliar, jumlah pengeluarannya senilai Rp 211,5 miliar. Rinciannya yaitu, kampanye Rp 60,8 miliar, pertemuan tatap muka Rp 21 miliar, pembuatan desain alat peraga Rp 8,8 miliar dan rapat umum Rp 33,7 miliar.

“Dari sisi pengeluaran, yang paling besar adalah bahan kampanye di angka Rp 60,8 miliar. Setelah itu pertemuan tatap muka Rp 21 miliar, pembuatan desain alat peraga Rp 8,8 miliar, dan sebagainya. Maaf, rapat umum Rp 33,7 miliar,” kata Bendahara Umum BPN Thomas Djiwandono.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo ( Jokowi)- Ma’ruf Amin melaporkan dana kampanye sebesar Rp 606 miliar ke KPU. Dari total tersebut sumbangan terbesar dari 40 perusahaan senilai Rp 253,9 miliar. Kemudian sumbangan lain didapat dari 17 kelompok sebesar Rp 251 miliar, partai politik Rp 79,735 miliar dan dari perseorangan senilai Rp 21,868 miliar.

“(Sumbangan dari) Paslon tidak ada. Yang paling besar dari perusahaan, pengusaha,” jelas Bendahara TKN, Sakti Wahyu Trenggono.

Sepanjang masa kampanye, Jokowi-Maruf menghabiskan dana sebesar Rp 601 miliar. Berdasarkan catatan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, pengeluaran terbesar digunakan untuk biaya operasional sebesar Rp 597.923.538.119. Dana itu juga termasuk biaya untuk alat peraga kampanye (APK) dan iklan.

“Pengeluaran operasional itu terdiri dari beberapa pengeluaran rutin ya, pertemuan-pertemuan, kemudian tentu produksi APK itu juga termasuk salah satu yang cukup besar, dan pembuatan alat peraga dan sebagainya, serta kegiatan-kegiatan lain yang memang sudah diatur dalam ketentuan kampanye,” kata Wakil Bendahara Umum TKN Rerie Lestari. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *