29 September 2020
  • 29 September 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Pengamat : Kepemimpinan Jokowi Kedepan Tetap ‘Utopis’

Pengamat : Kepemimpinan Jokowi Kedepan Tetap ‘Utopis’

By on 26 July 2019 0 1035 Views

Jakarta, ROC – Paradigma perubahan berbagai leading sector pasca ditetapkannya pasangan Joko Widodo-Amin Ma’ruf sebagai pemenang dalam konstelasi Pemilihan Umum Capres dan Cawapres 2019, hingga saat ini impact nya masih belum berdampak kepada masyarakat.

Kajian pengamat politik yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Republik, Hamdan Patuan Harahap  memaparkan bahwa dari fakta serta pidato kemenangan Presiden Jokowi waktu lalu, maupun munculnya hasanah rekonsiliasi, dikhawatirkan akan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Ujung-ujungnya saling berbagi kue kekuasaan dalam memperebutkan kedudukan pejabat negara oleh elit politik. Kesemuanya itu tidak menjadikan masalah bagi rakyat umum. Sebab urusan politik atau bagi bagi kekuasaan, sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi,” papar Hamdan kepada ROC di Rawamangun, Jakarta (26/7).

Hamdan menyebutkan, hal yang sangat penting bagi rakyat adalah kesejahteraan yang dapat berdampak langsung dan dirasaan oleh masyarakat. Janji negara kepada rakyat adalah mensejahterakan, hidup bersifat adil dan makmur.

“Janji ini digariskan sebagai cita cita kemerdekaan, kala dulu 1945. Juga dituangkan dalam konstitusi untuk mencapai kehidupan itu, tata laksana atau ideologi Pancasila.” Ujarnya.

Lanjutnya, Pada era ini, melihat gelagat kebijakan negara terhadap rakyat pada lima tahun kedepan. menilik dari makna pidato kemenangan Jokowi, tidak akan ada perubahan berarti. Kehidupan bernegara tetap mengadopsi ideologi kapitalisme liberalisme.

“Hal itu berarti, rakyat akan mengalami kehidupan sebagaimana periode lima tahun terakhir pemerintahan Jokowi,” kata Hamdan.

Periode belakangan ini, rakyat merasakan tidak terciptanya keadilan dalam perekonomian, karena saat ini hal tersebut dikuasai oleh penguasa ekonomi. Mereka memiliki berbagai sumber daya dan kekuatan untuk menciptakan prospek serta pengolahannya dan menikmati kebijakan negara.

Bagi rakyat bawah yang tidak memiliki kekuatan ekonomi, dipastikan tidak akan bisa berperan sebagaimana penguasa ekonomi tadi. Masyarakat biasa hanya tetap sebagai objek ekonomi bukan subjek.

“Efek negatif kondisi tadi dan ketimpangan ekonomi dinegeri ini tetap terjadi pada lima tahun kedepan. Tidak akan ada perubahan. Oleh karena itu, nilai kehidupan adil dan makmur tetap bersifat utopis atau khayalan,” pungkasnya. (Red_One)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *