20 May 2019
  • 20 May 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Hukum
  • Pengadilan Tipikor Surabaya Vonis Mantan Walikota Mojokerto 3,6 Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor Surabaya Vonis Mantan Walikota Mojokerto 3,6 Tahun Penjara

By on 9 October 2018 0 87 Views

Mojokerto, ROC – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Surabaya, memberikan vonis selama tiga tahun enam bulan penjara kepada Mantan Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus dan denda sebesar Rp.250 juta subsider 2 bulan penjara, karena telah terbukti menyuap pimpinan beserta anggota DPRD Kota Mojokerto.

Selain memberikan vonis tersebut, sidang yang dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Dede Suryaman beserta hakim anggota Lufsiana dan Sangadi, mencabut hak politik Mas’ud Yunua selama tiga tahun.

Dalam putusannya, hakim menyebutkan bahwa terdakwa telah terbukti dan sah memberikan jatah triwulan kepada Dewan sebesar Rp.1.465 miliar, uang tersebut diberikan kepada Dewan agar tidak terlalu lama dan rumit dalam pembahasan RAPBD tahun 2016. Terdakwa KH. Mas’ud Yunus dinyatakan oleh Hakim bersalah dan telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Vonis majelis Hakim lebih ringan dibandingkan oleh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang sebelumnya dituntut empat tahun penjara denda Rp.250 juta subsider 3 bulan serta pencabutan hak politiknya selama tiga tahun. Mendengar putusan tersebut, terdakwa menyatakan masih pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak.

Mantan Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus terseret dalam kasus suap kepada Pimpinan DPRD Kota Mojokerto yang terkena OTT oleh KPK pada tahun lalu. Adapun empat tersangka yang telah ditangkap KPK merupakan hasil pengembangannya dalam penyidikan, KH. Mas’ud Yunus ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka pada tanggal 23 november 2017 dan ditahan oleh KPK pada tanggal 9 mei 2018.

Mas’ud Yunus didakwa dengan pasal 5 ayat 1huruf a atau pasal 13 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHP. Sedangkan empat tersangka lainnya yaitu Kepala Dinas PUPR Wiwiet Febryanto, Puromo, Umar Faruq serta Abdullah Fanani terlebih dahulu telah divonis oleh Pengadilan TIPIKOR Surabaya. (HP)

  Hukum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *