21 February 2020
  • 21 February 2020
Breaking News

Pemusnahan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Jakarta Utara

By on 12 December 2019 0 56 Views

Jakarta, ROC – Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah melakukan pemusnahan Barang bukti sebanyak 906 perkara yang sudah Inkracht per periode September 2018 s/d September 2019, seluruh barang bukti yang dimusnahkan mulai dari berbagai jenis narkoba seperti sabu, ganja, senjata tajam, senjata api (rakitan, softgun), handphone dan kosmetik, pangan tanpa izin edar, di laksanakan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Rabu (11/12).

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar atau dihancurkan dengan gerinda. Narkoba dimusnahkan dengan mobil incerator milik Badan Narkotika Nasional (BNN), yang disaksikan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, I Made Sudarmawan SH.MH didampingi Kasi Pidum Satria Irawan, Jaksa Jerni serta dihadiri dan diwakili dari Walikota Jakut, Ketua PN, Kapolres Metro, Kapolres KP3, Kapolres Kep. Seribu, Komandan Kodim 0502 Jakut, Kepala Sudin Kesehatan Kota Adm Jakut, Kepala BPOM Jakut.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara I Made Sudarmawan mengatakan pemusnahan barang bukti yang dilakukan kebanyakan berasal dari kasus narkoba.

” Pemusnahan barang bukti ini dari sekitar 906 perkara, 75 persen di antaranya itu dari narkotika ,’ terang Made.

Made menguraikan total ada 781 perkara terkait kasus narkoba dimana barang buktinya dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Kemudian 35 perkara yang berasal dari kasus teroris serta 25 perkara dari kasus perjudian dan 23 perkara dari kasus senjata tajam.

“Salah satu tugas jaksa adalah melaksanakan putusan pengadilan, di situ ada badan tiap perkara, denda dan barang bukti. Badannya kan sudah di Lapas, nah sekarang barang buktinya kita musnahkan,” ujar Made menerangkan sesuai dengan Pasal 270 KUHAP.

“Barang bukti yang telah dimusnahkan ini setelah ada inkracht per periode September 2018 sampai dengan September 2019 silam, berdasarkan putusan pengadilan harus dimusnahkan,” jelas Made

“Jadi kebetulan tahun ini baru ini kita laksanakan, jadi kita serentak laksanakan akhir tahun sekalian bersih-bersih,” tutur Made.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Oman Setiawan, SH., MH menjabarkan
barang bukti yang dimusnahkan kali ini di antaranya ganja 4879,752 gram, sabu 2075,468 gram, handphone 299 unit, senjata api 29 unit, senjata tajam 24 unit dan lain-lain.

Kerjasama Kejaksaan dan PT. POS Indonesia (Persero)

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, I Made Sudarmawan SH.MH dengan PT Indonesia (Persero), Onni Hadioni melakukan kerjasama melauncing Program Pelayanan BB Asyik Antar Sampai Rumah”

Menurut I Made, launcing program kerjasama dengan PT. POS Indonesia (Persero), yang tujuannya untuk memudahkan pelayanan masyarakat dalam mengambil barang bukti.

“Salahsatu kerjasama antara kejaksaan dengan Kantor Pos, dimana Kantor Pos membantu kejaksaan di dalam pengembalian barang bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari putusan hakim pengadilan”, tutur I Made.

“Kerjasama tersebut dilakukan, agar memperbudah yang bersangkutan atau masyarakat dalam mengambil barang bukti, di karenakan keterbatasan tenaga dari kejaksaan sehingga sering sedikit keterlambatan pengirimannya untuk di kembalikan kepada yang bersangkutan,” terangnya.

“Atas dasar tersebut, kita bekerjasama dengan PT. POS Indonesia (Persero), dimana Kantor Pos yang akan menyampaikan kepada yang berhak, bahwa ada barang bukti yang akan di kembalikan. Dan disitu ada 2 pilihan, yang bersangkutan bisa mengambil tanpa mengeluarkan biaya atau di kirim langsung ke alamat yang bersangkutan, jelas I Made.

Selain itu juga program lainnya akan dijalankan yaitu pengambilan SIM yang tilang bisa dilakukan pengambilan lewat Pos. Program ini akan dimulai tahun 2020.

Hal ini dikatakan Onni Hadioni untuk membantu kejaksaan dan masyarakat untuk mempermudah proses pengambilan barang bukti tilang di Kejaksaan.

” Caranya dengan membuka web aplikasi Pos Indonesia dan mengirim foto surat tilang berwarna biru beserta KTP. Disitu akan terlihat biaya yang akan dikenakan,” terang Onni.

” Selanjutnya pihak Pos akan kordinasi dengan kejaksaan. Setelah selesai, dikirim ke pemiliknya. Tetapi dengan syarat saat diantar kerumah, harus menunjukkan bukti surat tilang berwarna biru beserta KTPnya, supaya tidak ada kesalahan” ujar Onni.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *