7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pemprov Jatim Kirim Mobil PCR ke Tulung Agung dan Lamongan, 2 Skenario Risma Gagal

Pemprov Jatim Kirim Mobil PCR ke Tulung Agung dan Lamongan, 2 Skenario Risma Gagal

By on 30 May 2020 0 47 Views

Foto: Layanan mobil PCR bantuan dari BNPB untuk Pemprov Jawa Timur dikirimkan ke Lamongan dan Tulungagung, Jumat (29/5)/ist

Surabaya, ROC – Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya tiba-tiba suaranya meninggi dan raut wajahnya terlihat seperti orang sedang marah saat mendapat kabar tentang mobil PCR.

Suara seseorang di telepon itu mengabarkan kepada Risma, bahwa dua mobil PCR bantuan BNPB dikirim Pemprov Jatim ke Tulungagung dan Lamongan.

Padahal, menurut Risma dirinya yang secara langsung melakukan komunikasi dengan BNPB pusat agar diberikan bantuan untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 di Surabaya.

Kamis (28/5), Bu Risma juga mengatakan akan menjalankan dua skenario besar untuk memutus rantai Covid-19 di Kota Surabaya.

Yakni, melakukan rapid test dan tes swab berskala besar kepada warga yang berada di kampung-kampung zona merah Covid-19.

Apakah pengiriman dua mobil PCR ke daerah lain menggagalkan skenario Bu Risma?

Dia tak bisa menyembunyikan kegeramannya begitu mengetahui mobil PCR itu dilempar ke daerah lain di Jatim.

Seharusnya dua unit mobil itu dapat dimaksimalkan oleh Pemkot Surabaya untuk melakukan swab test kepada warganya.

“Kasihan pasien yang sudah menunggu,” kata Risma, Jumat (29/5).

Menurut Risma, pihaknya sangat menyayangkan dua unit mobil PCR dari BNPB pusat itu tidak dapat beroperasi di Surabaya.

Padahal, Risma mengaku mendapatkan konfirmasi langsung dari BNPB Pusat terkait dua mobil tersebut yang prioritasnya untuk Surabaya.

Apalagi, kata Risma, Pemkot saat ini tengah berkejaran dengan waktu untuk segera dapat memutus rantai pandemi ini.

Sebelumnya, begitu dapat konfirmasi dari BNPB, Risma mengaku telah menyiapkan berbagai titik untuk melakukan swab test.

Risma bahkan menunjukkan potongan percakapan pribadinya pada saat meminta bantuan mobil tersebut kepada BNPB pusat.

Dalam percakapan WhatsApp tersebut, Risma meminta bantuan agar Surabaya mendapatkan bantuan mobil tersebut sudah sejak beberapa waktu lalu.

Namun dia menyayangkan, mobil yang seharusnya dapat dimaksimalkan di Surabaya malah tidak bisa, lantaran digunakan di daerah lain.

2 Skenario besar Risma putus rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya

Sebelumnya, guna memutus rantai penyebaran covid-19 di Kota Surabaya, Risma akan melakukan dua skenario besar.

Dua skenario itu sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, kali ini Risma akan melakukan besar-besaran agar penyebaran Covid-19 terputus.

Dua seknario besar Risma putus rantai Covid-19 itu adalah melakukan rapid test dan swab test besar-besaran di Kota Surabaya.

Walikota Risma mengatakan skenario itu memang disiapkan agar segera memutus rantai penyebaran virus corona dan mengakhiri wabah ini.

Sebab, orang yang terpapar harus segera ditemukan untuk segera ditangani dan mencegah penularan.

“Iya ini untuk memutus (mata rantai penyebaran),” kata Risma saat ditemui Kamis (28/5).

Upaya itu memang telah dilakukan Pemkot Surabaya sejak beberapa waktu lalu.

Sejak sebulan terakhir, rapid test massal digencarkan dan menyasar warga Surabaya.

Dari data yang dilansir Pemkot hingga 25 Mei 2020, rapid test sudah dilakukan sebanyak 21.203 dan ditemukan sekitar 2.080 orang yang reaktif.

Bagi mereka yang reaktif, Pemkot sediakan sekitar tiga hotel tempat isolasi di Surabaya.

Yang reaktif itu kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan selanjutnya yakni swab test, sekitar 1.155 orang telah dilakukan swab test.

Adapun sisanya, Risma merasa terbantu dengan adanya bantuan mobil laboratorium dari BNPB dan BIN, sehingga dapat segera melakukan swab test terhadap mereka yang telah dinyatakan reaktif sebelumnya.

Risma mengatakan, ketika mereka dinyatakan positif terpapar virus Corona maka akan dilakukan perawatan.

Bila dia bergejala, maka akan dirawat di rumah sakit.

Sedangkan jika dia OTG maka akan dimasukkan ke Hotel Asrama Haji.

“Begitu kita swab kalau dia positif langsung kita masukkan, kalau ada gejala langsung kita masukkan ke rumah sakit, kalau tidak ada gejala itu kita taruh di Asrama Haji,” papar Risma. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *