22 May 2019
  • 22 May 2019
Breaking News

Pemkot Mojokerto MOU Dengan Baznas Dan BPRS

By on 11 March 2019 0 53 Views

MOJOKERTO, ROC – Walikota Mojokerto menanda tangani MoU dengan Badan Amil Zakat Nasional dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di ruang Nusantara, Pemkot Mojokerto.

Pemkot Mojokerto akhirnya mengucurkan dana Rp 5 miliar Untuk program Pembiayaan Usaha Syariah (Pusyar), pinjaman tanpa bunga.

Program tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya dimana hanya untuk pelaku UMKM-IKM saja. Pada tahun 2019 ini diperluas untuk para pedagang pasar.

Dalam MoU Program Pusyar ditandatangi oleh Ketua Baznas Kota Mojokerto, Direktur BPRS Kota Mojokerto, Kepala Dinas Kouminaker, Kepala Disperindag serta Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES ) Kota Mojokerto dengan disaksikan langsung oleh Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Sekertaris Daerah Kota Mojokerto, Harlistyati.

Ketua Baznas Kota Mojokerto, KH Makshum Maulani mengatakan bahwa, MoU Pusyar tahun ini melibatkan lima pilar yaitu Baznas, BPRS, Diskouminaker, MES dan Disperindag yang menangani Pusyar Pasar. “Baznas akan terus memasuki semua lini dalam masyarakat,” katanya.

KH Makshum juga menyampaikan, Pusyar mampu meningkatkan pendapatan dan menyalurkan kepada pihak yang membutuhkannya. Dalam menyalurkan bantuan Baznas juga melibatkan pemberi bantuan, tak terkecuali seperti OSIS dari sekolah-sekolah secara bergantian.

“Hal ini merupakan suatu bentuk pendidikan karakter. Dengan melibatkan para siswa dalam penyaluran bantuan maka mereka akan paham kemana uang yang telah mereka kumpulkan disalurkan,” imbuhnya.

Direktur Utama BPRS, Choirudin mengatakan bahwa, melalui Pusyar masyarakat akan mendapat dana pinjaman dari BPRS dengan memanfaatkan dana Baznas untuk pembiayaan administrasi bank seperti bunga dan biaya asuransinya. Sehingga jumlah yang dikembalikan kepada BPRS akan sama dengan jumlah yang dipinjamnya.

“Tahun ini plafon untuk Pusyar meningkat menjadi Rp 5 miliar dengan perinciannya yaitu Rp 3 miliar untuk UMKM-IKM dengan plafon Rp 50 juta untuk produk unggulan, sedangkan Rp 2 miliar. Untuk Pusyar pasar yang dapat dicairkan dalam kurang dari 24 jam dengan plafon maksimal Rp 3 juta dalam jangka waktu 120 hari atau 4 bulan,” jelasnya.

Choirudin menjelaskan bahwa, tabungan dari para pedagang dipasar akan dibagi untuk tiga hal. Yaitu untuk retribusi pasar, untuk infaq sedekah, serta ubtuk tabungan bagi para pedagang. Pihaknya juga akan menyiapkan e-retribusi akan di uji coba selama tiga bulan atau enam bulan.

“Harapan kami Baznas menyiapkan kupon untuk sumbangan ke Baznas. BPRS juga akan melaksanakan program CSR Sahabat Kota Mojokerto untuk sertifikasi halal bersama Baznas,” terangnya.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari setelah menyaksikan penandatangan MoU langsung menyampaikan bahwa, program ini merupakan program terobosan dari Baznas demi untuk kesejahteraan masyarakat yang harus diteruskan.

“Saya ingin sesuatu yang sudah baik kita teruskan. Dan hal yang perlu disempurnakan itu merupakan kewajiban saya menyempurnakannya,” tegasnya.

Walikota Mojokerto mengatakan bahwa, perlunya sinergitas untuk mencapai sesuatu. Dan keberhasilan suatu program itu tidak bisa jalan sendiri-sendiri sehingga perlu disenergikan demi kesuksesan dan semua memiliki tujuan yang sama ingin mensejahterakan masyarakat Kota Mojokerto.

“Disperindag telah melakukan pendataan UMKM-IKM melalui RT. Dengan data base yang berbasis IT maka akan mudah untuk menemukan sasaran sehingga output-nya bisa terukur. Masih banyaknya warga masyarakat Kota Mojokerto yang mengakses KUR yang berbunga, maka BPRS harus giat melakukan sosialisasi,” harapnya.

Walikota Mojokerto mengatakan bahwa, supaya masyarakat lebih mengenal tentang BPRS dengan program-programnya, termasuk program Pusyar yang akan meringankan beban masyarakat dalam mengakses permodalan.

“Apabila ada program pemerintah turun ke masyarakat, mari gabung disana. Mari warga Kota Mojokerto segera akses program ini. Daftarkan di BPRS Kota Mojokerto. Dengan Pusyar, masyarakat dapat modal usaha tanpa bunga, tanpa biaya asuransi dan juga tanpa biaya administrasi,” jelasnya. (US/HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *