26 March 2019
  • 26 March 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Pemkot Kediri Mendapat Penghargaan ‘National Procurement Award’ Dari LKPP

Pemkot Kediri Mendapat Penghargaan ‘National Procurement Award’ Dari LKPP

By on 2 November 2018 0 56 Views

Kediri, ROC – Pemerintah Kota Kediri mendapatkan penghargaan National Procurement Award tahun 2018 untuk kategori Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Sabuga Centre, Institut Teknologi Bandung (30/10).

Pemerintah Kota Kediri merupakan satu dari 20 daerah penerima penghargaan yang terdiri dari 7 Kota, 5 Kabupaten dan 8 Propinsi se Indonesia.

Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP Salursa Widya dan didampingi oleh Kepala LKPP Agus Prabowo kepada Sekertaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan tingginya komitmen, dedikasi, dan implementasi kelembagaan pengadaan barang/jasa serta tata kelolanya. Keberhasilan Pemerintah Kota Kediri yang mendapatkan penghargaan ini dikarenakan Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kota Kediri telah mampu dan memiliki peran strategis sebagai pusat keunggulan pengadaan barang/jasa Pemerintah.

Kota Kediri melalui ( BPBJ ) telah berhasil memenuhi 22 indikator dari 52 indikator. Antara lain, status hukum, kecukupan SDM, manajemen kinerja, standard operating procedures ( SOP ), survei pelanggan dan bimbingan teknis.

“Pengadaan barang/jasa di Kota Kediri bukan merupakan kegiatan administrasi semata saja, akan tetapi juga merupakan kegiatan yang strategis. Pengadaan barang/jasa merupakan sebagai alat dalam rangka value for money melalui efisiensi proses pengadaan barang/jasa, serta juga sebagai alat kebijakan Pemerintah Kota Kediri guna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Budwi Sunu.

Sementara Kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan, gathering kali ini merupakan yang terbesar setelah terbitnya Perpres nomor 16 tahun 2018, tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah. Perpres tersebut mengejar tiga upaya yakni, mempermudah proses pengadaan, mempercepat pengadaan, dan menjaga akuntabilitas. Jadi disini ada tiga kata sakti disini yaitu mudah, cepat dan akutabel.

“Akan ada perubahan lagi nanti yang tadinya mudah, cepat, serta akuntabel akan berubah sedikit menjadi cepat,mudah dan terpercaya,” ujarnya.

Acara ini diikuti oleh Sekretaris Kementerian, Sekretaris Lembaga, Sekertaris Daerah Propinsi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se Indonesia,” ujarnya. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *