11 July 2020
  • 11 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pemerintah Jelaskan : Total Spesimen Hari Ini Capai 405 Ribu, Jelang New Normal Kasus Baru Nyaris Seribu

Pemerintah Jelaskan : Total Spesimen Hari Ini Capai 405 Ribu, Jelang New Normal Kasus Baru Nyaris Seribu

By on 7 June 2020 0 47 Views

Foto: Jubir pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (YouTube BNPB)

Jakarta, ROC — Spesimen terkait virus Corona atau Covid-19 yang diperiksa per hari ini berjumlah 11.924. Sehingga total spesimen yang telah diperiksa sampai saat ini sebanyak 405.992.

“Kita telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 11.924 spesimen baik dengan menggunakan realtime PCR maupun tes cepat molekuler (TCM), sehingga total yang sudah kita periksa sampai saat ni 405.992 spesimen,” kata Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam tayangan yang disiarkan akun YouTube BNPB, dari Graha BNPB Jakarta, Minggu (7/6).

Kasus yang terkonfirmasi positif hari ini bertambah 672. Sehingga jumlah kasus positif sampai saat ini sebanyak 31.186 pasien.

“Dari pemeriksaan ini kita dapatkan bahwa didapatkan kasus konfirmasi positif naik 672 sehingga total 31.186 orang,” ujar Yuri.

Sedangkan kasus sembuh bertambah 591 orang sehingga total menjadi 10.498. Kasus meninggal dunia bertambah 50, total sampai saat ini tercatat 1.851 kasus meninggal dunia.

Kasus Baru Corona Nyaris Seribu Jelang New Normal

Menjelang kenormalan baru (‘new normal’), kasus baru melonjak nyaris seribu. Namun bukan berarti semua wilayah di Indonesia mengalami lonjakan angka Covid-19. Pemerintah menjelaskan soal kondisi ini.

“Apakah hampir seribu kasus itu ada di seluruh Indonesia? Apakah sudah melihat distribusinya?” kata Achmad Yurianto.

Data Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (6/6) kemarin menunjukkan ada 993 kasus baru Covid-19. Dari 34 provinsi dan 421 kabupaten/kota yang tercatat mengalami kasus virus Corona, ada sejumlah provinsi yang mengalami nol kasus baru, yakni Aceh, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Sulawesi barat, dan NTT. Peningkatan kasus terbanyak ada di Jawa Timur, DKI, Sulut, dan Papua.

“Ini terkait status epidemi kabupaten/kota yang tidak sama. Maka, perlakuan juga tidak sama,” kata Yurianto.

Maka, tidak semua daerah akan menjalankan ‘new normal’ secara serentak. Apabila suatu daerah punya angka penyebaran Covid-19 yang tinggi, ‘new normal’ tidak serta-merta diterapkan.

“Ini akan disampaikan Ketua Tim Pakar Wiku Adisasmito, mana yang bisa dimulai dan bidang apa yang bisa dimulai. Setiap Senin, Prof Wiku akan menyampaikan detail tingkat risiko per kabupaten/kota,” kata Yuri.

‘New normal’, kata Yuri, adalah kondisi masyarakat yang kembali hidup produktif, bekerja di luar rumah, tapi tetap menjalankan langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19. Adapun sektor-sektor yang diperbolehkan bekerja produktif kembali akan diatur pemerintah.

“‘New normal’ adalah produktif namun menjalankan protokol kesehatan di manapun, dalam situasi apa pun,” pungkas Yuri.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *