19 October 2019
  • 19 October 2019
Breaking News

Pembinaan Pemerintah Kota Surabaya Untuk Warga Eks Lokalisasi

By on 21 May 2019 0 74 Views

SURABAYA, ROC – Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berada di eks lokalisasi Sememi dan Klakah Rejo, agar warga disana bisa mandiri serta sejahtera.

Dalam hal ini disampaikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara buka bersama warga Sememi serta warga Klakah Rejo di Masjid At-Taqwa, jalan Klakah Rejo no.9 Kelurahan Klakah Rejo, Kecamatan Benowo Surabaya.

Walikota Surabaya mengatakan bahwa masyarakat di eks lokalisasi mampu bertahan secara ekonomi, pihaknya mengajak warga untuk bisa memanfaatkan koperasi yang dikelola secara mandiri. Karena itu, dihimbau kepada warga disana agar bersungguh-sungguh untuk mengelola koperasi tersebut. “Karena saya sebagai umaro, saya berkewajiban bagaimana saya bisa mensejahterakan warga Surabaya. Saya harap sekali lagi, semuanya tidak menjadi penonton, ayo kita berusaha,” kata Walikota dalam sambutannya.

Dengan adanya koperasi, masyarakat akan mandiri dan sejahtera secara ekonomi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi warga eks lokalisasi yang kekurangan ekonomi, bahkan sampai terjerat utang piutang rentenir. “Karena saya pingin anda semua berhasil, anda semua warga Sememi dan Klakah Rejo bisa sukses melalui koperasi itu,” ujarnya.

Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa dampak yang ditimbulkan dari adanya lokalisasi sangat luar biasa. Bukan hanya dampak masalah sosial, tapi juga pendidikan kepada anak. Bahkan, dampak lain uang ditimbulkan adalah berbagai datangnya penyakit. Oleh karena itu sejak tahun 2013 pihaknya bersama warga berkomitmen untuk berhijrah, mengubah kawasan ini menjadi lebih baik.

“Saya kepingin anda semua berhasil, nanti kalau Jalur Lingkar Luar Barat jadi dan box culvert bisa tertutup, nanti juga akan menjadi akses perekonomian warga disini,” katanya.

Selain melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat eks lokalisasi melalui koperasi, Walikota Surabaya juga mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya juga memiliki program di bidang pendidikan, seperti beasiswa pramugari dan pilot. Ia mengajak para orang tua di eks lokalisasi agar memanfaatkan program tersebut untuk mengubah masa depan anak-anaknya supaya lebih baik.

“Kita memiliki program beasiswa di Pemkot Surabaya, semua SPP ditanggung oleh Pemkot Surabaya. Anak-anak harus punya masa depan, putra putri anda harus lebih baik dan orang tuanya,” tuturnya.

Keseriusan Pemerintah Kota Surabaya untuk mensejahterakan warga eks lokalisasi tak hanya sampai disitu saja. Walikota Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya akan membangun tempat wisata baru berupa taman anggrek untuk mendatangkan wisatawan. Dengan adanya kebun anggrek tersebut, diharapkan juga berdampak pada meningkatnya ekonomi warga sekitar.

“Insya allah tahun ini akan kita buat taman anggrek disini. Saya harap warga nanti bisa menikmati hasilnya. Ini akan menjadi wisata baru yang akan menarik pengunjung untuk datang,” ungkapnya.

Lurah Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya, Ferdi Ardiansyah mengatakan bahwa rencananya taman anggrek itu berada di eks lokalisasi Gedung Wisma Barbara jalan sememi jaya gang II Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya sedang fokus melakukan pembangunan tahap pertama untuk green house yang berada disisi utara gedung tersebut. “Untuk pembangunan green house dalam waktu dekat akan selesai, nanti baru merambah ke sisi baratnya Wisma Barbara,” kata Ferdi.

Lurah Sememi, Fredi mengungkapkan bahwa luasan lahan yang saat ini sedang dikerjakan Pemkot Surabaya untuk green house sekitar 300 x 400 meter persegi. Pembangunan akan dilanjutkan disisi depan dan belakang. “Luasan totalnya mencapai 1 hektar, sementara untuk pengelolahnya dari Dinas Pertanian,” ujarnya.

Selain proses pembibitan, Pemkot Surabaya juga berencana membudidayakan tanaman anggrek, dilokasi tersebut. Berbagai jenis tanaman anggrek akan dibudidayakan melalui green house. Dengan begitu pihaknya berharap, adanya taman anggrek ini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. “Jadi warga sekitar akan dilatih oleh Pemkot Surabaya bagaimana membudidayakan tanaman anggrek,” jelasnya. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *