23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pembangunan Draenase tak Optimal Akibatkan Kota Mojokerto Tergenang, ini Kata Gapeknas

Pembangunan Draenase tak Optimal Akibatkan Kota Mojokerto Tergenang, ini Kata Gapeknas

By on 26 January 2021 0 341 Views

Ket gbr: Sekertaris Gapeknas Mojokerto, Didik Hardi Santoso (kiri) dan Ketua Bidang Perekonomian Pemuda Pancasila Mojokerto, Hengky Tegoeh Purnomo (kanan). Foto dok: ROC/HP

ROC — Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kota Mojokerto ikut angkat bicara soal banyaknya genangan air pada ruas-ruas di beberapa titik di wilayah Kota Mojokerto beberapa hari yang lalu.

“Banyaknya genangan air beberapa hari yang lalu di ruas jalan wilayah Kota Mojokerto sangat disayangkan, hanya karena pembangunan draenase yang sangat tidak optimal,” kata Sekertaris Gapeknas, Didik Hardi Santoso, di kantor Gapeknas Jalan Empunala 82 Kota Mojokerto, Senin (25/1).

Saat dikonfirmasi redaksi republik-online.com, Didik mengatakan seharusnya pemerintah bisa lebih bijak dalam menentukan pekerjaan apa yang tepat dilakukan dan diutamakan pada saat pandemi seperti ini.

“Kenapa kita mempercantik alun-alun sampai menghabiskan anggaran miliaran rupiah, sedangkan masih ada genangan air dibeberapa titik. Sebenarnya kita harus bijak untuk mengerjakan sesuatu atau memutuskan suatu pekerjaan apalagi dimusim penghujan dan juga dimasa pendemi Covid-19. Dan kita ketahui, kalau setiap hujan selalu ada genangan air, kasihan juga masyarakat Kota Mojokerto untuk beraktifitas,” ujarnya.

Dikatakan juga, salah satu ruas yakni di Jalan Mojopahit, meskipun sudah ada perbaikan drainase, tapi masih saja tergenang air saat hujan lebat. Semisal jika kendaraan bermotor yang lebih besar dan panjang lewat bisa saja mogok.

“Dalam hal ini bagaimana sikap Pemerintah Daerah untuk menyikapinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perekonomian Pemuda Pancasila Hengky Tegoeh Purnomo, juga menyikapi hal ini. Menurutnya, hal ini bisa menghambat kelancaran jalannya kegiatan perekonomian masyarakat.

“Kalau hal seperti ini sering terjadi, bagaimana perekonomian bisa berjalan dengan lancar, kasihan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lagi mengais rezeki,” ungkap Hengky.

Selain itu, Hengky juga mendapat pengaduan dari masyarakat, yang salah satunya merupakan tokoh Pemuda juga, dimana kampung Kauman serta Magersari mengalami hal yang sama, yakni ruas jalan yang tergenang air akibat luapan air dari anak sungai.

Senada dengan Didik, Hengky juga menanggapi statement dari Kepala Dinas PUPR Mashudi bahwa genangan air diakibatkan sampah dan pendangkalan anak sungai. Dan bagaimana tindakan serta langkah yang ditempuh untuk mengatasinya, agar Kota Mojokerto terhindar dari genangan maupun banjir dikala hujan lebat turun.

Namun sampai sejauh ini belum ada kegiatan pengerukan sungai maupun anak sungai, yang pemerintah lakukan hanya membersihkan sampahnya saja. Dan bagaimana Kota Mojokerto terhindar dari genangan maupun banjir dikala hujan lebat turun.

“Mari kita bersama-sama mengatasi masalah ini, agar perekonomian di Kota Mojokerto bisa berjalan lancar serta Kota Mojokerto juga bisa dijadikan sebuah kota yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Red

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *